Rumah tanggaJuly 20, 2008 10:39 pm

Rumahku surgaku." Indah nian harapan yang disiratkannya. Harapan, karena banyak juga ungkapan lain yang bernada pesimis, bahkan putus asa. Dimana salahnya bila ada orang bersungut menggerutui nasib: "Gagasan tumbuh di jalan, berkembang di kantor dan mati di rumah," desahnya.

baca selengkapnya..

Rumah tanggaMay 9, 2008 2:36 pm

TAK semua pohon mampu berbuah. Ada yang hanya menawarkan keindahan melalui bunga. Ada yang cuma menghadiahi keteduhan dan kesegaran. Ada juga yang hanya memberikan khasiat mujarab dari akar, batang, atau daunnya. Walau tanpa buah, pohon-pohon itu memberikan kepuasan tersendiri. Masalahnya, tak semua manusia seperti mereka.

Di antara buah dari pohon perkawinan adalah anak. Anaklah yang menghiasi perkawinan menjadi teramat indah. Di situlah ada harapan, tantangan, ujian, bahkan hiburan. Indahnya menatap senyum anak. Dan sedemikian prihatinnya, mendapati tangis anak. Senyum dan tangisnya kian membuat ikatan pernikahan menjadi lebih kuat.

baca selengkapnya..

Pendidikan anak, Rumah tanggaApril 16, 2008 2:52 am
Anak menangkap pesan kekerasan melalui komunikasi yang dibangun lingkungannya setiap hari. Perlahan tapi pasti, komunikasi dengan kekerasan akan merusak fitrah anak yang penuh dengan kelembutan. Mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang sulit diatur, pembangkang, dan keras hati.

 

baca selengkapnya..

Rumah tanggaJanuary 3, 2008 3:29 pm

Terkadang ummahat memiliki pertanyaan tentang boleh tidaknya membawa anak dalam sebuah acara. Tidak jarang beberapa ikhwah bersepakat untuk melakukan rihlah tanpa membawa istri dan anak-anak mereka. Beberapa undangan mencantumkan permohonan untuk tidak membawa anak di bawah lima tahun. Sapaan akrab semacam, "Anak-anak enggak dibawa, Bu?" atau "Sendiri nih, istri ditinggal?" mungkin kerap terdengar di keseharian kita. Pernah pula seorang pembicara seminar keluarga dengan bersemangat bercerita tentang bagaimana ia dan suaminya berbagi tugas membawa anak dalam acara-acara mereka. baca selengkapnya..

Potret, Rumah tanggaMay 11, 2007 3:25 pm

Malam itu tak ada yang istimewa kecuali tatapanku pada sesuatu yang cukup menyedot seluruh isi jiwaku. Ya, suamiku berpamitan untuk memasuki kamar pengantinnya sambil mengatakan, "Titip anak-anak, ya Mi!" Tangisku pun meledak saat itu juga. Sakit sekali. Dan aku pun terbangun sambil menangis dengan air mata berderai ditingkahi dengan ekspresi kebingungan suamiku. 

Ini adalah sepenggal mimpi yang kualami pada malam ketujuh pernikahanku. Bagi sebagian orang, mimpi hanya dianggap sebagai bunga tidur. Bagi seorang mukmin mimpi baik adalah dari Allah dan mimpi buruk dari setan. Bagiku, sulit untuk mengklasifikasikannya sebagai mimpi baik atau buruk.

baca selengkapnya..

Rumah tanggaSeptember 11, 2006 2:28 pm

EPISODE 1

Saat Fulanah masih seorang gadis, yang ada di benaknya dan yang kemudian menjadi tekadnya adalah keinginan menjadi istri shalihat yang taat dan selalu tersenyum manis. Pendeknya, ingin memberikan yang terbaik bagi suaminya kelak sebagai jalan pintas menuju surga.

Tekad itu diperolehnya setelah mengikuti berbagai ‘tabligh’, ceramah, dan seminar keputerian serta membaca sendiri berbagai risalah. Bahkan banyak pula ayat Al-Qur’an dan Hadits yang berkaitan dengan hal itu telah dihafalnya, seperti "Ar Rijalu qowwamuna alan nisaa’…","Faso- lihatu qonitatu hafizhotu lilghoibi bima hafizhallah…" (QS. An-Nisa ayat 34). Juga Hadits :"Ad dunya mata’, wa khoiru mata’iha al mar’atus sholihat." (dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah isteri sholihat). Atau, hadits "Wanita sholihat adalah yang menyenangkan bila dipandang, taat bila disuruh dan menjaga apa-apa yang diamanahkan padanya. Begitu pula hadits "Jika seorang isteri sholat lima waktu, shaum di bulan Ramadhan dan menjaga kehormatan dirinya serta suaminya dalam keadaan ridha padanya saat ia mati, maka ia boleh masuk surga lewat pintu yang mana saja. (HR Ahmad dan Thabrani). Hadits yang berat dan seram pun dihafalnya, "Jika manusia boleh menyembah manusia lainnya, maka aku perintahkan isteri menyembah suaminya." (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban)

baca selengkapnya..

Potret, Rumah tanggaJune 20, 2006 3:06 am

 

 A.        MUKADIMAH

 

Islam adalah nizam (aturan) hidup yang paripurna, universal, dan integral. Tidak ada satu dimensi kehidupan pun yang tidak tersentuh oleh nilai-nilai kebenaran ilahiah yang ada dalam Islam. Islam sendiri merupakan solusi atas problematika kehidupan manusia, seperti demoralisasi yang saat ini menggelembung dalam kisi-kisi kehidupan masyarakat. Tidak ada solusi yang paling baik dan benar selain Islam untuk mengatasi dekadensi moral yang merambah setiap dimensi: mulai dari kehidupan pribadi, keluarga, hingga kehidupan masyarakat; mulai dari dimensi politik sampai dimensi sosial-budaya; dan mulai dari dimensi ekonomi hingga dimensi militer. Seluruhnya hanya dapat diatasi dengan kembali berpegang teguh kepada nilai-nilai kebenaran, kebaikan, dan keindahan Islam. Al-Qur`an menjelaskan,

baca selengkapnya..