KesehatanJanuary 17, 2008 6:58 am

Antioksidan, zat yang dalam kadar rendah mampu menghambat laju oksidasi molekuler target, sering disebut sebagai senyawa ajaib karena dapat menangkal penuaan dini dan beragam penyakit yang menyertainya. Senyawa yang bersemayam dalam buah, sayur, ikan, rempah-rempah dan biji-bijian ini dapat menghentikan reaksi berantai pembentukan radikal bebas dalam tubuh yang diyakini sebagai dalang penuaan dini.

Menjadi tua adalah suatu proses alami yang tak dapat dihindarkan dan berlangsung secara terus-menerus yang ditandai pada perubahan sel-sel tubuh.
baca selengkapnya..

KesehatanApril 20, 2006 11:31 pm
Salah satu kandungan tinggi pada bekatul adalah vitamin B15. Vitamin ini sanggup mengoptimalkan kerja aneka organ tubuh. Gangguan jantung, kelenjar gondok, darah tinggi, dan sejumlah penyakit lain pun bisa diatasi.
baca selengkapnya..

KesehatanApril 19, 2006 11:26 pm
Seperti yang kita ketahui, garam sangat akrab dengan kehidupan sehari-hari. Bahkan, sejak ribuan tahun lalu, garam telah digunakan sebagai penyedap masakan dan bahan pengawet makanan. Siapa sangka, justru keakraban inilah yang menimbulkan masalah kesehatan. Tepatnya, garam dianggap sebagai pemicu penyakit darah tinggi alias hipertensi.

Mengapa garam menjadi berbahaya?
Garam dapur dikenal sebagai Natrium clorida atau NaCl, adalah mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Mineral ini bertugas ‘menukar’ zat makanan lama dengan yang baru. Kelancaran proses pertukaran sisa makanan di dalam tubuh, tergantung pada kadar natrium di dalam sel.

Natrium beredar ke seluruh tubuh mengikuti aliran darah, menumpang pada butir darah merah. Seharusnya butir-butir darah merah hanya mendapat pasokan natrium yang pas. Bila kekurangan, butir darah akan mengempis, sebaliknya bila kelebihan butir darah merah akan mengembang dan berdampak merobek pembuluh darah.

Berapa banyak garam yang dibutuhkan oleh tubuh ?
Dr. Lewis K Dahl, peneliti dari New York mengingatkan, setiap orang hanya memerlukan sekitar 2 gr atau 1,5 sendok teh garam setiap hari. Saat ini rata-rata konsumsi garam seseorang setiap hari di dunia adalah 5 sampai 6 gram per hari, bahkan lebih.

Kelebihan konsumsi garam inilah yang memicu gangguan kesehatan manusia saat ini. Jika ingin mempertahankan kesehatan tubuh, sangat disarankan agar kita mengurangi penggunaan garam saat memasak dan meminimalkan konsumsi makanan kalengan (mengandung garam sebagai pengawet).

Tentu saja tidak mudah mengurangi penggunaan garam saat memasak, karena makanan yang dimasak tanpa garam akan terasa hambar. Namun sebenarnya, garam tidak hanya didapatkan melalui tambahan pada masalah, karena garam alami bisa didapatkan tubuh melalui sayuran dan makanan hasil laut.

Besar sekali risiko gangguan kesehatan yang dihadapi jika kita kelebihan garam. Tak ada salahnya mulai memperhitungkan konsumsi garam sejak saat ini.

Semoga tips ini dapat membantu anda dan keluarga dalam menjaga kesehatan.

Salam,

Indra Harjanto

Herbal Information Centre, Dr. Liza
Hotel Salak The Heritage
Jl. Ir. H. Juanda No. 8
Bogor-Indonesia 16121
Phone : 0251 35 27 26
Fax : 0251 347608