Kader inti dalam berbagai peran
Setiap perjuangan berhajat pada kader inti. Itu umum dikenal, sampai oleh para pejuang komunis-sosialis sekali pun. Keberadaan kader-kader inti bagi perjuangan Islam sangat vital. Peran dan fungsinya pun amat penting. Sebab, merekalah yang diharapkan menjadi mesin utama sekaligus pusat aktivitas dari seluruh perjuangan Islam dimaksud. Sirah Rasulullah menunjukkan, ada berbagai alternatif peran yang bisa dipilih kaum muslimin yang ingin menjadi kader inti perjuangan Islam. Adanya berbagai alternatif tersebut, memberi peluang lebih besar, bahwa setiap mukmin bisa menjadi kader inti bagi perjuangan Islam:
Pertama, Kader Terikat
Ialah mereka yang secara khusus mengikatkan diri kepada perjuangan Islam. Berjanji kepada Allah bahwa seluruh jiwanya ia peruntukkan bagi Allah, di atas jalan perjuangan menegakkan agama ini bersama para pejuang lainnya. Orang-orang seperti itu terikat oleh rencana-rencana perjuangan yang telah disusun bersama berdasarkan berbagai pertimbangan. Mereka juga terikat oleh perintah dan larangan. Terikat oleh hak dan kewajiban. Contoh operasional (amali) dari para kader terikat adalah para sahabat yang melakukan bai’at Aqabah Pertama dan Kedua. Di Aqabah kedua bahkan, mereka berjanji setia untuk membela agama Islam, melindungi Rasulullah seperti mereka melindugi anak dan istri mereka. Balasan untuk orang-orang itu, seperti ditegaskan oleh Rasulullah adalah surga.
