Pendidikan anakJanuary 29, 2009 9:27 am

Anak unggulan pasti jadi dambaan tiap orang tua. Unggul di luar, unggul di dalam. Luar, jika dinilai dari bentuk fisik dan kesehatannya. Dan dalam, diukur dari tingkat kecerdasan dan kesalehannya.

Memang, ada keunggulan-keunggulan yang mesti diupayakan. Bisa dari gizi, lingkungan rumah, dan mutu pendidikan. Tapi, ada juga yang memang ’sudah dari sananya’. Begitu orang tua di saat kecil, begitu pula keadaan sang anak. Jadi, nggak usah heran jika anak berperilaku rewel. Karena boleh jadi, begitulah keadaan ayah atau ibunya ketika kecil.

Masalahnya, dari pihak mana sifat rewel itu muncul. Dari ibu, atau dari ayah. Karena umumnya, orang cuma mengakui sifat turunan positif. Dan melupakan semua yang negatif. Motonya sederhana, "Rewel? Nggak pernah tuh!" Rasa itulah yang kini dialami Bu Heni. baca selengkapnya..

UncategorizedJanuary 13, 2009 10:18 am

Mengapa ada orang yang mampu terus berjalan meski cobaan menghantamnya bertubi-tubi? Namun kenapa juga yang lainnya justru patah, meski nampaknya ujian dan derita yang is terima relatif lebih ringan? Ada banyak sebab tentu. Tapi salah satunya adalah, karena orang-orang yang mampu melangkah terus, yang tidak mundur dan tidak berhenti, adalah orang-orang yang "kreatif". Jiwa-jiwa mereka kreatif menemukan celah dan terobosan untuk menjaga diri agar tidak patah, agar tidak berhenti. Tentu, di dalamnya ada sebentuk cinta dari Allah swt, sehingga mereka menemukan kunci-kunci untuk tidak berhenti karena cobaan dan nestapa apa pun. Dan, kunci penyangga itu ternyata ada di mana-mana. baca selengkapnya..

UncategorizedJanuary 8, 2009 10:33 am


Kita perlu menumpahkan lebih banyak perhatian terhadap jiwa, batin dan hati. Keliru besar orang yang menganggap bahwa kemaksiatan lahir atau dosa fisik (dzunub al jawarih) lebih berbahaya dari kemaksiatan batin atau dosa hati (dzunub al quluub). Salah besar orang yang mengatakan bahwa keterpelesetan kaki, lebih berbahaya dari keterpelesetan hati.

 

Saudaraku,

Ada banyak orang yang diuji melalui kemaksiatan lahir, tapi kemudian batinnya tersadar telah melakukan kemaksiatan lahir tersebut. Ada banyak orang yang khilaf melakukan dosa fisik, tapi setelah itu hatinya terhenyak lantaran telah, melakukan dosa fisik itu. Melalui kesadaran batin dan hati tersebut, ia berusaha melepaskan diri dari dosa dan kemaksiatan lahir. Lalu, keadaannya menjadi lebih baik dari sebelumnya.

baca selengkapnya..