Pak Dodi tersenyum tipis saat menyaksikan tiga pengamen cilik beraksi. Bis yang ditumpanginya sedang berhenti di lampu merah perempatan Cikampek menuju tol Jakarta. Kegiatan dadakan di bis non-AC jurusan Semarang-Jakarta itu tiba-tiba membuai pikirannya menuju rumah.

Ah, gimana ya keadaan tiga anakku. Baru tiga hari dua malam, rasanya seperti tiga bulan. Kangen banget. Si sulung Fikri yang suka mandi lama. Saking lamanya, mandi Fikri selalu jadi biang keladi telat ke sekolah. Kalau tidak dimarahi, Fikri terlihat santai di kamar mandi. Ada saja yang dilakukan. Jari-jemarinya sering terlihat seperti membelai-belai air di kolam. Kadang, gayung yang sudan dipegangnya pun jadi bahan mainan. Gayung itu diangkat, diturunkan, diangkat, dan akhirnya diturunkan lagi. Seolah, ia seperti sedang memegang sebuah pesawat mainan.

baca selengkapnya..