Mawas diriJune 30, 2008 11:02 pm

Dua orang pemuda tampak berdiskusi di sebuah mulut gua. Sesekali, mereka memandang ke arah dalam gua yang begitu gelap. Gelap sekali! Hingga, tak satu pun benda yang tampak dari luar. Hanya irama suara serangga yang saling bersahutan. “Guru menyuruh kita masuk ke sana. Menurutmu, gimana? Siap?" ucap seorang pemuda yang membawa tas besar. Tampaknya, ia begitu siap dengan berbagai perbekalan.

"Menurut petunjuk guru, gua ini bukan sekadar gelap. Tapi, panjang dan banyak stalagnit, kelelawar, dan serangga," sahut pemuda yang hanya membawa tas kecil. Orang ini seperti punya kesiapan lain di luar perbekalan alat. "Baiklah, mari kita masuk!" ajaknya sesaat kemudian.

baca selengkapnya..

Uncategorized 1:07 am

Menurut data resmi Bakosurtanal, luas Pulau Jawa adalah 132.187 km persegi dan luas total daratan Indonesia adalah 1.919.443 km persegi.

Jumlah penduduk di Pulau Jawa pada tahun 1990, menurut Agenda 21 Indonesia yang diterbitkan Kementerian Negara Lingkungan Hidup 1997, adalah 107.515.322 jiwa dari jumlah total penduduk Indonesia pada tahun tersebut sebanyak 179.243.375 jiwa, atau 60 persen penduduk Indonesia hidup di Pulau Jawa. Ini berarti kepadatan penduduk di Jawa adalah 813 orang per km persegi. Kepadatan penduduk di Pulau Jawa ini sebenarnya juga sudah terjadi sejak Gubernur Jenderal Thomas Raffles (1820-1830) dalam tulisannya pada 1826, The History of Java, Volume I, halaman 68-72, yang mengatakan bahwa 60 persen penduduk Indonesia hidup di Pulau Jawa yang merupakan 6,95 persen dari luas daratan Indonesia. Rasio ini tidak berubah sejak tahun 1920 ketika penduduk Pulau Jawa hanya 34,4 juta, yang kemudian berkembang menjadi 41,7 juta (1930), 48,4 juta (1940), dan 60 juta (1950).
baca selengkapnya..

PotretJune 26, 2008 11:47 pm

Televisi dalam keluarga kadang seperti pisau bermata dua. Bisa positif, bisa juga negatif. Semua bergantung pada pemahaman dan kepekaan para pemimpin keluarga. Masalahnya, tidak semua pemahaman bisa kokoh ketika berhadapan dengan yang namanya hobi.

 

KELUARGA mana di negeri ini yang bisa terisolasi dari tayangan televisi. Dari yang miskin hingga kaya, dari yang preman sampai yang ikut pengajian; nyaris tak luput dengan keberadaan televisi. Cuma bedanya, ada yang paham; ada juga yang buta.

Repotnya, tidak semua yang paham bisa terus paham ketika televisi menjadi begitu memikat. Dan yang pernah paling menyulap pemirsa adalah tayangan bola dunia. Karena bola, malam jadi seperti siang, dan siang seolah sebagai malam. Hal itulah yang pernah  dirasakan Pak Gugun.

baca selengkapnya..

Pendidikan anakJune 24, 2008 10:55 pm

Pak Dodi tersenyum tipis saat menyaksikan tiga pengamen cilik beraksi. Bis yang ditumpanginya sedang berhenti di lampu merah perempatan Cikampek menuju tol Jakarta. Kegiatan dadakan di bis non-AC jurusan Semarang-Jakarta itu tiba-tiba membuai pikirannya menuju rumah.

Ah, gimana ya keadaan tiga anakku. Baru tiga hari dua malam, rasanya seperti tiga bulan. Kangen banget. Si sulung Fikri yang suka mandi lama. Saking lamanya, mandi Fikri selalu jadi biang keladi telat ke sekolah. Kalau tidak dimarahi, Fikri terlihat santai di kamar mandi. Ada saja yang dilakukan. Jari-jemarinya sering terlihat seperti membelai-belai air di kolam. Kadang, gayung yang sudan dipegangnya pun jadi bahan mainan. Gayung itu diangkat, diturunkan, diangkat, dan akhirnya diturunkan lagi. Seolah, ia seperti sedang memegang sebuah pesawat mainan.

baca selengkapnya..

Tarbiyah, DakwahJune 16, 2008 11:02 pm

Komitmen terhadap dakwah hingga akhir hayat tidak akan terjadi tanpa adanya pilar tajarrud. Secara lughawi tajarrud bermakna: mengosongkan, membersihkan, melepaskan, atau menanggalkan.

Makna syar’i tajarrud adalah: membersihkan dan melepaskan diri dari segala ikatan selain dari ikatan Allah dan segala keberpihakan selain kepada Allah. Tajarrud menuntut kita untuk:

baca selengkapnya..

UncategorizedJune 9, 2008 4:19 pm

Di sebuah negeri hiduplah dua orang pengrajin yang tinggal bersebelahan. Mereka adalah pengrajin emas dan pengrajin kuningan. Keduanya telah lama menjalani pekerjaan itu, sebab itu adalah pekerjaan yang diwariskan secara turun-temurun. Telah banyak pula barang yang dihasilkan: cincin, kalung, gelang, dan untaian rantai penghias.

Setiap akhir bulan, mereka membawa hasil kerja itu ke kota. Hari pasar, demikian mereka menyebut hari itu. Mereka akan menjual barang-barang logam itu dan membeli keperluan selama sebulan. Beruntunglah pekan depan akan ada rombongan tamu agung mengunjungi kota dan bermaksud memborong barang-barang yang ada disana. Kabar ini tentu membuat mereka senang. Tentu, berita ini mendorong para pedagang agar membuat lebih banyak barang untuk dijajakan. Tak terkecuali dua orang pengrajin yang menjadi tokoh kita ini.

baca selengkapnya..

UncategorizedJune 5, 2008 3:28 am

Ribuan langkah kau tapaki
Pelosok negri kau sambangi
Ribuan langkah kau tapaki
Pelosok negri kau sambangi

Tanpa kenal lelah jemu
Sampaikan firman Tuhanmu
Tanpa kenal lelah jemu
Sampaikan firman Tuhanmu

Terik matahari
Tak surutkan langkahmu
Deru hujan badai
Tak lunturkan azzammu

Raga kan terluka
Tak jerikan nyalimu
Fatamorgana dunia
Tak silaukan pandangmu

Semua makhluk bertasbih
Panjatkan ampun bagimu
Semua makhluk berdoa
Limpahkan rahmat atasmu

Duhai pewaris nabi
Duka fana tak berarti
Surga kekal dan abadi
Balasan ikhlas di hati

Cerah hati kami
Kau semai nilai nan suci
Tegak panji Illahi
Bangkit generasi Robbani

 

-Izzatul Islam-