UncategorizedMay 23, 2008 4:33 pm

Suatu ketika seorang Indian muda, mendatangi tenda ayahnya. Di dalam sana duduk seorang tua dengan pipa panjang yang mengepulkan asap. Matanya terpejam, tampak sedang bersemadi. Hening. "Ayah, bolehkah aku ikut berburu besok pagi?" tanya Indian muda itu memecahkan kesunyian di sana. Mata sang Ayah membuka perlahan, sorot matanya tajam, memandang ke arah anak yang paling disayanginya itu. Kepala suku itu hanya diam. baca selengkapnya..

UncategorizedMay 22, 2008 1:26 am
Betapa inginnya kami agar bangsa ini mengetahui bahwa
mereka lebih kami cintai daripada diri kami sendiri.


Kami berbangga ketika jiwa-jiwa kami gugur
sebagai penebus bagi kehormatan mereka,
jika memang tebusan itu yang diperlukan.


Atau menjadi harga bagi tegaknya kejayaan,
kemuliaan, dan terwujudnya cita-cita mereka
jika memang itu harga yang harus dibayar.


Tiada sesuatu yang membuat kami bersikap seperti ini
selain rasa cinta yang telah mengharu-biru hati kami,
menguasai perasaan kami,
memeras habis air mata kami, dan
mencabut rasa ingin tidur dari pelupuk mata kami.


Betapa berat rasa di hati kami menyaksikan bencana
yang mencabik-cabik bangsa ini,
sementara kita hanya menyerah pada
kehinaan dan pasrah oleh keputusasaan.


Kami ingin agar bangsa ini mengetahui bahwa
kami membawa misi yang bersih dan suci,
bersih dari ambisi pribadi, bersih dari kepentingan dunia,
dan bersih dari hawa nafsu.


Kami tidak mengharapkan sesuatu pun dari manusia,
tidak mengharap harta benda atau imbalan lainnya,
tidak juga popularitas, apalagi sekedar ucapan terima kasih.


Yang kami harap adalah
terbentuknya Indonesia yang lebih baik dan bermartabat
serta kebaikan dan keberkahan dari Allah – Pencipta Alam semesta
Muamalah, SyuroMay 21, 2008 3:50 am

"Kritik hanya akan efektif memperbaiki seseorang atau suatu keadaan apabila anasir
anasirnya terpenuhi. Pertama, ada niat yang benar dari orang yang mengeritik bahwa ia
melakukan itu semata-mata sebagai pelaksanaan dari kewajiban munashahah sesama muslim, dan untuk itu ia mengharapkan pahala dengan melaksanakan kewajiban itu. Kedua, memang ada kesalahan objektif yang harus dikritik, baik kesalahan personal maupun kesalahan kebijakan. Ketiga, kritik itu disampaikan dengan cara yang benar dan tepat sesuai dengan adab-adab munashahah dalam Islam".

baca selengkapnya..

UncategorizedMay 19, 2008 3:09 am

Muhammad Hilman Fikri

Mahasiswa Administrasi Negara FISIP UNTIRTA

Sudah 60 tahun lebih kita merdeka, sudah bertahun-tahun pula kita berganti pemimpin, sudah ratusan kali rancangan dan perencanaan pembangunan diterapkan untuk negara ini. Sudah puluhan peraturan yang ditelurkan untuk mengikat para investor dalam rangka perkembangan pembangunan, dari Repelita pada jaman soeharto hingga pembentukan Tim Indonesia Bangkit jaman Soesilo Bambang Yudhoyono. Maka bolehlah kini kita ingin sedikit mengukur dan menanyakan sampai sejauh mana sebenarnya pembangunan di Indonesia ini. Apakah memang persepsi pemerintah yang mengatakan bahwa laju indeks perekonomian Indonesia meningkat sampai 5,8 persen sama dengan realitas yang dirasakan masyarakat atau benarkah bahwa kemiskinan yang ada di indonesia kini hanya tinggal 7,7 persen saja seperti yang dikatakan SBY? baca selengkapnya..

UncategorizedMay 15, 2008 2:30 am

Mari kita berhenti sejenak di sini! Kita sudah relatif jauh berjalan bersama dalam kereta dakwah. Banyak sudah yang kita lihat dan yang kita raih. Tapi juga banyak hal yang masih kita keluhkan; ada begitu banyak rintangan yang menghambat laju kereta, ada begitu banyak goncangan yang melelahkan fisik dan jiwa kita, atau suara-suara gaduh dari mereka yang mengobrol tanpa ilmu dalam kereta ini yang memekakkan telinga kita, atau tikungan-tikungan tajam yang menegangkan. Tapi juga banyak pemandangan indah yang terlewatkan dan tak sempat kita potret, juga banyak kursi kosong dalam kereta dakwah ini yang semestinya bisa ditempati oleh penumpang-penumpang baru tapi tidak sempat kita muat. Dan masih banyak lagi!

baca selengkapnya..

TarbiyahMay 14, 2008 2:17 am

Selama ini para ilmuwan memiliki kebanggaan bahwa metodologi ilmiah yang mereka kembangkan merupakan pakem-pakem yang tak boleh dilanggar dalam konteks ilmu pengetahuan modern. Sebuah penelitian baru dapat dikatakan ilmiah jika obyeknya positif atau secara fisik dapat diobservasi. Kemudian si peneliti atau observer harus obyektif dalam pengertian free value alias bebas nilai.

baca selengkapnya..

Mawas diriMay 13, 2008 2:15 am

Kalau bisa diibaratkan seperti mobil atau motor, perilaku hidup sebagian orang selalu ingin ngebut. Selalu ingin cepat sampai. Tak peduli dengan urusan warna-warni pepohonan yang dilewati. Tak mau tahu dengan pengendara lain yang mungkin tersinggung. Bahkan, tak sadar dengan rambu-rambu jalan yang sempat terlanggar.

baca selengkapnya..

UncategorizedMay 12, 2008 2:16 am

Hidup kadang seperti rangkaian bias-bias sinar terik yang membentuk fatamorgana. Terlihat begitu indah. Segar menawan. Ia melambai-lambai, membuat ruhani yang haus kian terpedaya.

Seperti itulah rupa hidup buat sebagian orang. Seperti itulah ketika kesenjangan antara idealita dengan realita tak lagi menumbuhkan kesadaran. Bahwa, hidup penuh perjuangan. Yang muncul selanjutnya adalah angan-angan. Andai saya bisa. Andai saya kaya!

baca selengkapnya..

Rumah tanggaMay 9, 2008 2:36 pm

TAK semua pohon mampu berbuah. Ada yang hanya menawarkan keindahan melalui bunga. Ada yang cuma menghadiahi keteduhan dan kesegaran. Ada juga yang hanya memberikan khasiat mujarab dari akar, batang, atau daunnya. Walau tanpa buah, pohon-pohon itu memberikan kepuasan tersendiri. Masalahnya, tak semua manusia seperti mereka.

Di antara buah dari pohon perkawinan adalah anak. Anaklah yang menghiasi perkawinan menjadi teramat indah. Di situlah ada harapan, tantangan, ujian, bahkan hiburan. Indahnya menatap senyum anak. Dan sedemikian prihatinnya, mendapati tangis anak. Senyum dan tangisnya kian membuat ikatan pernikahan menjadi lebih kuat.

baca selengkapnya..

Mawas diriMay 6, 2008 5:11 am

SUATU ketika, seekor anak kerang datang kepada ibunya dengan menangis. Agaknya ia menahan sakit. Sang Ibu tampak bingung. "Mengapa menangis? Ada apa dengan tubuhmu?" Sang ibu tampak ingin memeluk sang anak.

Si kerang kecil kembali menangis. Terdengar suara tertahan, "Ibu, tubuhku dimasuki sebutir pasir. Rasanya sakit sekali." Kerang kecil itu meneruskan, "Aku tak mampu menahannya, pasir itu masuk ke cangkangku. Tolonglah Bu, tolong buka cangkangku. Aku tak mampu membukanya. Rasanya sakit sekali…." Sayang sekali, tampaknya sang Ibu tak dapat memenuhi permintaan sang anak.

baca selengkapnya..

«« Older Items •