Alangkah indahnya gagasan, bila ada pendukungnya. Alangkah indahnya para pendukung bila dibingkai dalam amal jama’i dan dijiwai persaudaraan (ukhuwah). Tentu saja persaudaraan disini tidak dengan arti kronisme, najis yang melahirkan kezaliman yang menimpa semua yang bukan ’saudara’. Atau ‘kefamilian’ yang membuat semua tatanan kacau karena pemeo " Saya keponakan Bapak" atau "Tolong masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan," dengan konotasi sogok, suap dari segala derivatnya.

baca selengkapnya..