UncategorizedMarch 26, 2008 11:13 pm

"Ulurkan tanganmu, aku akan membaiatmu,"pinta Umar RA" justeru aku ingin membaiatmu," jawab Abu Bakar RA. "Engkau lebih utama (afdhal) daripadaku," tukas Umar. "Engkau lebih kuat daripadaku, " jawab Abu Bakar. "Kekuatanku untukmu bergabung dengan keutamaanmu." Umar menutup dialog dan sebuah generasi baru dimulai.

Ketika masyarakat telah patah arang untuk memikirkan apakah 40 liter bahan bakar yang dibelinya di SPBU memang berisi 40 dan bukan 30 liter. Ketika penyewa taksi kehabisan dukungan logika publik untuk mempersoalkan ketepatan argo. Ketika para tamu hotel akhirnya ‘menang’ bertarung membunuh pelan-pelan rasa ragunya, apakah menu dapur hotel benar-benar halal, atau halal namun dimasak dalam alat masaka yang sama sama digunakan memasak babi dan najis lainnya. Ketika para isteri di rumah, berusaha menghindari kecemburuan terhadap suami di tempat kerja dan berharap jadi perempuan modern dengan’memberi maklum’ bila ada sesuatu disana.

baca selengkapnya..

UncategorizedMarch 23, 2008 5:16 pm

Betapa indahnya kebersamaan karena Allah, persaudaraan karena keimanan kita. Tali yang mengikat kita adalah kesatuan pemahaman dan kesamaan tujuan. Kebersamaan ini, yang pernah disinggung dalam beberapa sabda Rasulullah saw. Bahwa setiap Muslim yang mengikhlaskan kecintaannya kepada saudaranya karena Allah, tanpa alasan lainnya, maka ia akan memperoleh pahala agung dan keridhaan dari-Nya. Allah Maha Besar…. Bagi-Nya segala puji syukur sepenuh langit dan bumi, yang menuntun kita hingga di sini, sampai saat ini. baca selengkapnya..

Mawas diri, PotretMarch 19, 2008 10:26 pm

Ada kalanya, kita merasa perlu untuk menghindari pertemuan dengan ikhwah. Terkadang, datang masa di mana kita tidak menikmati informasi yang kita terima, padahal biasanya informasi itulah yang kita tunggu-tunggu. Sesaat mungkin, kita pernah merasakan hal semacam itu. Penyebabnya mungkin overload informasi.

Bagi manusia, komunikasi adalah sebuah keniscayaan dalam kehidupannya. Keyakinan bahwa hidup ini tidak mungkin dijalani seorang diri, ‘memaksanya’ untuk berkomunikasi dengan sesamanya.

baca selengkapnya..

UncategorizedMarch 16, 2008 1:32 pm

Saudaraku,

Biarlah, banyak yang mengira menapaki jalan ini, jalan para Nabi, jalan orang-orang shalih, jalan para syuhada, jalan para pejuang da’wah, adalah beban yang sangat berat. Berat karena harus banyak bertabrakan dengan kondisi yang berbenturan dengan keinginan. Berat karena selalu bersinggungan dengan realitas yang tidak sejalan dengan harapan. Berat karena betapa kemungkaran begitu merajalela. Berat karena harus terus menerus berjalan melawan arus yang berbeda dengan kebanyakan orang…

Biarlah orang menyangka seperti itu. Karena sebenarnya kita justru merasakan kebalikannya. Kenikmatan, ketenangan, kedamaian, kebersahajaan, yang tak bisa dibayar oleh apa pun. Karena kita justru merasakan pengorbanan itu sebagai sumber kebahagiaan. Karena kita justru merasakan jerih payah dan kesulitan di jalan ini sebagai kunci ketenangan hati. Karena kita justru merasakan peluh dan darah di jalan ini, adalah syarat meraih kemenangan.

UncategorizedMarch 10, 2008 11:32 pm

Alangkah indahnya gagasan, bila ada pendukungnya. Alangkah indahnya para pendukung bila dibingkai dalam amal jama’i dan dijiwai persaudaraan (ukhuwah). Tentu saja persaudaraan disini tidak dengan arti kronisme, najis yang melahirkan kezaliman yang menimpa semua yang bukan ’saudara’. Atau ‘kefamilian’ yang membuat semua tatanan kacau karena pemeo " Saya keponakan Bapak" atau "Tolong masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan," dengan konotasi sogok, suap dari segala derivatnya.

baca selengkapnya..