"Ulurkan tanganmu, aku akan membaiatmu,"pinta Umar RA" justeru aku ingin membaiatmu," jawab Abu Bakar RA. "Engkau lebih utama (afdhal) daripadaku," tukas Umar. "Engkau lebih kuat daripadaku, " jawab Abu Bakar. "Kekuatanku untukmu bergabung dengan keutamaanmu." Umar menutup dialog dan sebuah generasi baru dimulai.
Ketika masyarakat telah patah arang untuk memikirkan apakah 40 liter bahan bakar yang dibelinya di SPBU memang berisi 40 dan bukan 30 liter. Ketika penyewa taksi kehabisan dukungan logika publik untuk mempersoalkan ketepatan argo. Ketika para tamu hotel akhirnya ‘menang’ bertarung membunuh pelan-pelan rasa ragunya, apakah menu dapur hotel benar-benar halal, atau halal namun dimasak dalam alat masaka yang sama sama digunakan memasak babi dan najis lainnya. Ketika para isteri di rumah, berusaha menghindari kecemburuan terhadap suami di tempat kerja dan berharap jadi perempuan modern dengan’memberi maklum’ bila ada sesuatu disana.
baca selengkapnya..