UncategorizedDecember 30, 2007 10:37 pm

Semoga kita tak pernah putus berdo’a agar rahmat Allah menaungi kebersamaan kita.

Saudaraku,
Manusia, tetap manusia. Bukan malaikat. Rasulullah saw, sebagai hamba Allah teladan, juga manusia. Ia tetap memiliki tabiat kemanusiaan. Karena, andai sosok teladan untuk manusia itu bukan manusia, sudah tentu tak ada manusia yang bisa mengikutinya. Dan artinya ia tak mungkin dijadikan teladan.

baca selengkapnya..

UncategorizedDecember 29, 2007 4:45 pm

Mendengar berita mengenai rencana kedatangan kafilah perdagangan kaum Quraisy dari Syam di bawah pimpinan Abu Sofyan bin Harb, Rasulullah saw. mengajak kaum Muslimin langsung di bawah komando Beliau untuk mencegat dan merampas kafilah tersebut, dengan dalih sebagai ganti atas kekayaan mereka yang dirampas oleh kaum Musyrikin di Makkah. Anjuran Rasulullah saw. ini hanya disambut oleh sebagian kaum Muslimin, karena sebagian yang lain menyangka tidak akan terjadi peperangan.

baca selengkapnya..

UncategorizedDecember 25, 2007 2:16 pm

Kita membutuhkan dua kaca sekaligus, yaitu kaca cermin dan kaca jendela. "Kaca Cermin" menggambarkan sikap egosentris, melihat persoalan hanya dari sudut pandang diri sendiri. Sedangkan "Kaca Jendela" merupakan cara mengetahui dan melihat kepentingan orang lain, di samping diri sendiri. Kita harus mengangkat sebagian kaca cermin dan menggantinya dengan kaca jendela. Melalui kaca jendela, seseorang tidak lagi melihat dirinya sendiri, tetapi mereka juga melihat orang lain di sekitarnya dengan berbagai kebutuhannya. Mengubah kaca cermin dengan kaca jendela adalah langkah penting agar perhatian seseorang tidak hanya tertuju ke dalam (self centered), melainkan tertuju ke luar kepada orang lain sehingga ia mudah merasa iba kepada orang lain (extra centered sensitivity).

baca selengkapnya..

UncategorizedDecember 19, 2007 10:11 pm

Buku-buku motivasi dan pengembangan kepribadian selalu mendoktrin kita: Mulailah dari mimpi, karena kebesaran selalu bermula dari sana. Kalimat itu telah menjadi sebuah ’sabda’ yang diriwayatkan oleh para motivator dan inovator dalam berbagai pelatihan manajemen, mereka seperti menemukan sumber energi bagi kemajuan mereka.

Adakah yang salah dengan kalimat itu? Tidak juga! Tapi dalam kalimat itu tersimpan sebuah ‘syubhat‘ dan itulah masalahnya. Mimpi adalah kata yang menyederhanakan rumusan dari segenap keinginan-keinginan kita, cita-cita yang ingin kita raih dalam hidup, atau visi dan misi. Anggaplah ia seperti sebuah maket, ia adalah miniatur kehidupan yang ingin Anda ciptakan.

baca selengkapnya..

UncategorizedDecember 12, 2007 2:25 am

Ajruki ‘ala qadri nashabiki" (Ganjaranmu tergantung kadar lelahmu)
HR. Muslim dari Aisyah. RA.

Kemauan Berkurban dan Sikap Jujur
Kemauan yang jujur akan wujud dalam aplikasi yang berani menantang bahaya dan segala hambatan, seperti akar yang sehat menembus tanah yang keras dan bebatuan. Ketika kaum beriman dihadang berulang kali, yang muncul adalah keberanian dan kelezatan merespon tantangan. Dua kali mereka berhasil dengan gemilang memukul mundur serangan kuffar Quraisy di Badar dan Uhud dalam rentang waktu yang amat singkat. Ternyata masih disusul dengan serangan sekutu yang secara kuantitatif tak seimbang (gabungan Yahudi, Quraisy, Ghathafan dan Munafiqun). Mungkin kekuatan lain sudah shock, tetapi alih-alih dari itu semua, mereka serentak mengungkapkan sikap yang sama dan padu "Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya dan benarlah Allah dan Rasul-Nya" (QS. Al-Ahzab: 22).

baca selengkapnya..

UncategorizedDecember 11, 2007 6:46 am

Berkorban artinya memberikan sesuatu untuk orang lain, mengeluarkan sesuatu bukan untuk kepentingan sendiri, atau, melakukan sesuatu yang hasilnya bukan untuk diri sendiri. Tapi kenapa pengorbanan itu selalu memberi rasa nikmat? Kenapa memeras tenaga, berpikir, mengucurkan keringat, mengeluarkan harta, hingga menyumbangkan darah dan nyawa untuk kepentingan orang banyak, selalu memunculkan keteduhan yang luar biasa di dalam hati?

Kenapa, tetap memberi meski dalam kondisi sempit, berusaha menanamkan kebahagiaan untuk orang lain meski dalam kondisi sulit, memberi manfaat pada orang lain meski dalam keadaan memerlukan, selalu melahirkan kenikmatan dalam diri orang yang melakukannya?

baca selengkapnya..

UncategorizedDecember 10, 2007 2:10 am

Pada hadits nomor satu dalam buku hadits arbain yang disusun oleh Imam Nawawi disebutkan bahwa Amirul Mukminin, Abu Hafsh Umar bin Khathab ra. berkata, Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Semua amal perbuatan tergantung niatnya dan setiap orang akan mendapatkan sesuai apa yang ia niatkan. Barangsiapa berhijrah karena Allah dan rasul-Nya maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa berhijrah karena dunia yang ia cari atau wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya untuk apa yang ia tuju."(HR. Bukhori – Muslim)

Hadits ini sangat penting, karena menjadi orientasi seluruh hukum dalam Islam. Ini bisa dilihat dari pendapat para ulama. Abu Dawud berkata, "Hadits ini merupakan setengah dari ajaran Islam. Karena agama bertumpu pada dua hal: sisi lahiriyah (amal perbuatan) dan sisi batiniyah (niat)." Imam Ahmad dan Imam Syafi’i berkata, "Hadits ini mencakup sepertiga ilmu, karena perbuatan manusia terkait dengan tiga hal: Hati, lisan, dan anggota badan. Sedangkan niat dalam hati merupakan salah satu dari tiga hal tersebut."

baca selengkapnya..

UncategorizedDecember 7, 2007 2:19 am

Khudzaifah bin Al Yaman ra dalam suatu kesempatan, mendatangi sahabatnya, Amirul Mukminin Umar bin Khattab ra. Tidak seperti biasanya, Khudzaifah yang juga disebut shahibus sirri (penyimpan rahasia) Rasulullah saw itu mendapati Umar dengan raut muka yang muram, penuh kesedihan. Ia bertanya, "Apa yang sedang engkau pikirkan wahai Amirul Mukminin?"

Saudaraku,
Jawaban Umar sama sekali tidak terduga. Kesedihan dan kegalauan hatinya, bukan karena banyak masalah rakyat yang sudah pasti membuatnya letih. Kali ini, Umar justru tengah khawatir memikirkan kondisi dirinya sendiri. "Aku sedang takut bila aku  melakukan kemungkaran, lalu tidak ada orang yang melarangku melakukannya karena segan dan rasa hormatnya kepadaku," ujar Umar pelan. Sahabat Khudzaifah segera menjawab, "Demi Allah, jika aku melihatmu keluar dari kebenaran, aku pasti akan mencegahmu." Seketika itu, wajah Umar bin Khattab berubah senang. "Alhamdulillah yang menjadikan untukku, sahabat-sahabat yang siap meluruskanku jika aku menyimpang," katanya.

baca selengkapnya..

UncategorizedDecember 2, 2007 6:02 am

Dari sedikit orang yang tahu, Sa’id Hawwa rahimahullah adalah salah seorang yang mampu memberi tahu, bahwa pengertian fardhu kifayah harus difahami secara benar, akurat dan sehat. Mengqiyaskan fardhu kifayah pada jihad dengan fardhu kifayah pada pengurusan jenazah, jelas tak dapat ditoleransi lagi. Walaupun salah kaprah ini telah menahun. Kifayah harus dikembalikan ke makna asli dan syar’i, yaitu kadar kecukupan. 

Bila tak cukup jumlah rakyat Palestina, Kashmir, Chechnya, Irak dan lainnya, memperjuangkan dirinya, maka batas cukup harus ditagih dari kawasan dalam radius berikutnya, sampai benar-benar jumlah itu memadai alias kifayah.

baca selengkapnya..