Budaya diri itu tidak tercipta seketika. Ada proses panjang yang harus dilalui. Seperti sebuah pahatan yang berkelas, ia adalah paduan antara kreasi, ide, kesabaran, dan semangat kerja yang tak ada habisnya. Begitulah sebuah budaya diri yang baik. Ia mulanya -bahkan kebanyakan- adalah ‘pemaksaan’, lantas berubah menjadi kebiasaan. Lalu sesudah itu orang bisa mengalir dalam jalan kehidupannya yang baik. Dengan sesekali terjadi pasang surut semangat, tetapi ia tidak lupa dengan tujuan akhir hidupnya. Beberapa hal berikut, adalah buah yang sangat berharga dari ‘pemaksaan’ diri untuk menjadi baik.

 

1. ‘Pemaksaan’ membuat orang tidak terkejut dengan perubahan.

Tidak ada yang stabil dalam hidup ini. Seiring perginya pagi dan datangnya siang, selalu saja ada hal baru yang berubah. Kadang ia mengenakkan. Tak jarang pula ia menyesakkan. Orang-orang yang terbiasa hidup dengan semangat yang kuat, dengan ‘pemaksaan’, tidak akan terkejut dengan apa yang akan terjadi.

baca selengkapnya..