Anak muda itu datang tanpa beban. Sedikit sopan pun tidak. Berdiri. Bicara. Sekenanya. Tanpa merasa keliru atau melanggar kepatutan. Mungkin ia tidak menganggap harus berlaku sopan di hadapan orang mulia, Rasulullah saw. "Izinkan saya berzina," kata anak muda itu di hadapan Rasulullah saw. Para sahabat yang duduk di sekeliling Rasulullah saat itu seketika marah. Anak muda itu benar-benar menumpahkan isi pikirannya yang kacau, di hadapan utusan Allah itu.

Rasulullah menyambutnya dengan jiwa kenabian. "Kemarilah, mendekatlah," pinta Rasulullah. Anak muda itu pun mendekat. "Duduklah," lanjut Rasulullah. Setelah anak muda itu mendekat, Rasulullah mengajak anak muda itu berdialog, dengan analogi dan logika berpikir yang jernih.

baca selengkapnya..