Uncategorized, PotretOctober 27, 2007 10:38 pm

Di kawasan Jakarta Selatan. Seorang lelaki paruh baya membetulkan topi lusuhnya. Di halaman masjid besar yang ramai dengan jama’ah yang hendak shalat dzuhur. Lelaki itu tak tergoda untuk turut mengambil wudhu. Gerobak bakso yang menjadi sumber mata pencahariannya tetap disandingnya.

Ketika diajak shalat, lelaki asal Jawa Tengah itu menolak halus. "Baju saya kotor, Mas," jawabnya beralasan. Padahal ternyata bukan baru hari itu ia jualan bakso. Sudah lebih dari dua tahun, dan selama itu pula ia tak pernah shalat. Setiap hari bajunya kotor? Padahal dulu di kampungnya, ia sering menjadi muadzin bila maghrib telah tiba.

***

Di sebuah terminal kota kecil di Jawa Timur. Seorang kondektur angkutan umum mengumpat sendiri. Sedari tadi penumpang sepi. Jam telah menunjukkan pukul empat belas lewat lima puluh menit. Waktu ashar akan tiba. Sopir memintanya segera sholat dzuhur. Tapi ia malah balik mengomel "Tuhan kan tahu, kita ini lagi repot," begitu ujarnya konyol. Mobil bergerak keluar. Ada dua orang penumpang melambai. Tapi waktu dzuhur sudah usai.

***

baca selengkapnya..

UncategorizedOctober 25, 2007 3:08 pm

Kesalahan banyak orang-menurut Ustadz Muhammad Ghazali-adalah memulai lembaran baru dalam hidupnya dengan tahun baru.atau ulang tahun; terlampau rumit dalam berubah dan hanya akan menghasilkan kegagalan.

Berubah adalah sebuah hukum Allah Swt. untuk alam dan seisinya. Kita tidak tetap muda karena, adanya perubahan. Anak-anak kita akan tumbuh dewasa juga karena perubahan. Bunga-bunga menjadi layu tidak lain karena perubahan. Bulan tampil memikat juga karena perubahan.

baca selengkapnya..

UncategorizedOctober 23, 2007 12:55 am

Budaya diri itu tidak tercipta seketika. Ada proses panjang yang harus dilalui. Seperti sebuah pahatan yang berkelas, ia adalah paduan antara kreasi, ide, kesabaran, dan semangat kerja yang tak ada habisnya. Begitulah sebuah budaya diri yang baik. Ia mulanya -bahkan kebanyakan- adalah ‘pemaksaan’, lantas berubah menjadi kebiasaan. Lalu sesudah itu orang bisa mengalir dalam jalan kehidupannya yang baik. Dengan sesekali terjadi pasang surut semangat, tetapi ia tidak lupa dengan tujuan akhir hidupnya. Beberapa hal berikut, adalah buah yang sangat berharga dari ‘pemaksaan’ diri untuk menjadi baik.

 

1. ‘Pemaksaan’ membuat orang tidak terkejut dengan perubahan.

Tidak ada yang stabil dalam hidup ini. Seiring perginya pagi dan datangnya siang, selalu saja ada hal baru yang berubah. Kadang ia mengenakkan. Tak jarang pula ia menyesakkan. Orang-orang yang terbiasa hidup dengan semangat yang kuat, dengan ‘pemaksaan’, tidak akan terkejut dengan apa yang akan terjadi.

baca selengkapnya..

UncategorizedOctober 15, 2007 2:06 pm

Anak muda itu datang tanpa beban. Sedikit sopan pun tidak. Berdiri. Bicara. Sekenanya. Tanpa merasa keliru atau melanggar kepatutan. Mungkin ia tidak menganggap harus berlaku sopan di hadapan orang mulia, Rasulullah saw. "Izinkan saya berzina," kata anak muda itu di hadapan Rasulullah saw. Para sahabat yang duduk di sekeliling Rasulullah saat itu seketika marah. Anak muda itu benar-benar menumpahkan isi pikirannya yang kacau, di hadapan utusan Allah itu.

Rasulullah menyambutnya dengan jiwa kenabian. "Kemarilah, mendekatlah," pinta Rasulullah. Anak muda itu pun mendekat. "Duduklah," lanjut Rasulullah. Setelah anak muda itu mendekat, Rasulullah mengajak anak muda itu berdialog, dengan analogi dan logika berpikir yang jernih.

baca selengkapnya..

UncategorizedOctober 9, 2007 4:33 pm

Budaya diri itu tidak tercipta seketika. Ada proses panjang yang harus dilalui. Seperti sebuah pahatan yang berkelas, ia adalah paduan antara kreasi, ide, kesabaran, dan semangat kerja yang tak ada habisnya. Begitulah sebuah budaya diri yang baik. Ia mulanya -bahkan kebanyakan- adalah ‘pemaksaan’, lantas berubah menjadi kebiasaan. Lalu sesudah itu orang bisa mengalir dalam jalan kehidupannya yang baik. Dengan sesekali terjadi pasang surut semangat, tetapi ia tidak lupa dengan tujuan akhir hidupnya. Beberapa hal berikut, adalah buah yang sangat berharga dari ‘pemaksaan’ diri untuk menjadi baik.

 

baca selengkapnya..

UncategorizedOctober 4, 2007 3:46 am

Permulaan kenabian adalah hari-hari yang begitu berat. Bukan karena keengganan, tapi memang Muhammad yang tiba-tiba diangkat menjadi Rasul itu, merasakan betapa tidak ringan memikul beban itu.

Ia telah sampai umur empat puluh tahun. Sebuah usia kematangan, sekaligus puncak waktu untuk mengerti tentang arti sebuah keprihatinan. Prihatin dengan Mekkah yang gersang ideologis dan gersang moral. Prihatin dengan keseharian masyarakat yang menjalani hidup dalam tradisi yang susah dimengerti, bahkan dalam ukuran nalar. Orang saling membunuh, bahkan mematikan anaknya dengan cara yang paling tragis.

baca selengkapnya..

UncategorizedOctober 2, 2007 12:51 am

In ten years, even the mountain move
(dalam sepuluh tahun gunungpun dapat berpindah)
Korean Proverb

Sebenarnya tak ada yang istimewa dari proverb yang sangat diyakini masyarakat Korea di atas. Namun, bagi bangsa Korea, proverb (pepatah) itu, telah menjadi sebuah idiom yang dipercaya dan digunakan bukan hanya dalam wilayah ekonomi-bisnis, teknologi dan pranata sosial saja. Bahkan kini sudah merambah di bidang politik.

Ada satu hal menarik dari keberadaan pepatah itu, yakni fenomena bagaimana sebuah energi spiritualitas dapat mengalir mengikuti irama kata-kata. Yang mana kata-kata itu, ternyata mengandung sebuah daya magic sakti yang mampu menyihir hati manusia. Energi itulah yang disebut ‘keyakinan, commitment’. Yakni kesediaan untuk tampil dan siap mengikuti arus kuat perubahan.

baca selengkapnya..