Karakter keluarga tidak dibangun dari material yang rapuh. Yang belum lagi punya makna. Yang tidak peduli pada tujuan. Karakter keluarga terbangun dari bongkahan-bongkahan kebiasaan yang punya akar dan alasan kuat. "Tanamkan pemikiran, dan kamu akan memanen tindakan. Tanamkan tindakan, dan kamu akan memanen kebiasaan. Tanamkan kebiasaan, dan kamu akan meraih karakter. Tanamkan karakter dan kamu akan memanen tujuan," begitu Samuel Smiles (1887) mencatat dalam bukunya Life and Labor. baca selengkapnya..