Perempuan-perempuan mulia itu hadir satu satu dalam kehidupannya. Satu satu. Semua pada waktunya. Tepat pada waktunya. Untuk mengisi peran sejarah yang telah disiapkan takdir di sepanjang jalan kehidupannya. Harus begitu memang. Sebab setiap potong umurnya adalah sebuah fragmen dari sebuah skenario panjang kehidupan yang hendak ditulisnya di atas bumi di bawah bimbingan langit.

Perempuan-perempuan mulia itu hadir satu satu dalam kehidupannya. Satu satu. Semua pada waktunya. Tepat pada waktunya. Mereka semua masuk ke dalam wilayah kehidupannya yang telah diformat oleh misi kenabian. Tapi mereka semua masuk dari pintu yang sama: cinta jiwa. Mereka mencintai kepribadiannya. Mereka mencintai misinya. Maka mereka lebur menjadi sebuah tim kehidupan yang kompak: menjadi pendukung utama bagi seorang lelaki akhirat, sang Nabi, Muhammad saw.

baca selengkapnya..