UncategorizedSeptember 30, 2007 4:39 pm

Sari pati kesadaran adalah hidayah. Yaitu petunjuk jalan dan cahaya yang diberikan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang dikehendaki. Secara otoritas, hidayah merupakan hak mutlak Allah SWT yang diberikan kepada siapa yang Ia tentukan.

Tapi hidayah juga harus didapat dengan proses pencarian. Maka kesadaran adalah hasil, tapi sekaligus juga proses. Allah berfirman, "Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus." (QS. Al-Maidah: 16).

baca selengkapnya..

UncategorizedSeptember 24, 2007 2:21 pm

Apakah kita termasuk yang merindukan kehadiran bulan Ramadhan, saudaraku? Jika ya, inilah keindahan bulan yang kita sangat rindukan itu sedang bersama kita. Inilah detik demi detik waktu, kita lalui bersamanya. Inilah masa-masa bahagia, masa-masa semakin dekatnya jiwa bersama Allah, masa-masa kedamaian, hal yang belum tentu kita temui saat ia tidak bersama kita lagi.

Saudaraku,
Hiruplah dalam-dalam udara malam-malamnya. Hiruplah dalam-dalam udara sahurnya. Kita kini sedang berada pada hari-hari perpisahan yang sangat memilukan. Perpisahan dengan bulan mulia yang telah hadir bersama seluruh keindahan dan keistimewaannya bersama kita. Perpisahan dengan bulan terindu yang keutamaannya tak dapat dikalahkan oleh apapun yang terindah dalam hidup.

baca selengkapnya..

UncategorizedSeptember 22, 2007 3:36 pm

Berbicara tentang karakter keluarga, sejujurnya adalah berbicara tentang identitas. Dalam garis panjang keturunan, selalu ada sisi-sisi dimana seorang mengenang, mencintai, meneruskan, dan bahkan merasa punya tanggung jawab untuk menjaga garis itu. Tapi ini bukan sebuah garis darah, tapi garis kepribadian, jati diri, dan perilaku utama yang diusung.

Dalam praktiknya, ada bermacam garis-garis karakter yang diusung, diwariskan, atau dipertahankan oleh sebuah keluarga. Beberapa contoh yang dipaparkan berikut ini lebih merupakan bagaimana memahami konteks dan fungsi karakter keluarga bagi kehidupan. Tentu, masih banyak model-model lain dari sebuah karakter dan garis keturunan yang bertebaran sepanjang sejarah.

baca selengkapnya..

UncategorizedSeptember 20, 2007 10:10 pm

Ya Allah, peliharalah aku dengan Islam ketika aku berdiri. Peliharalah aku dengan Islam ketika aku duduk. Peliharalah aku dengan Islam ketika aku terbaring. Jangan gembirakan orang yang memusuhiku dan yang menyimpan dengki kepadaku. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu semua simpanan kebaikan yang ada di Tangan-Mu. Dan aku berlindung kepada-Mu dari seluruh simpanan kejahatan yang ada di Tangan-Mu." (HR. Al Hakim dalam Al Mustadrak, I/525)

baca selengkapnya..

UncategorizedSeptember 15, 2007 3:23 pm

Karakter keluarga tidak dibangun dari material yang rapuh. Yang belum lagi punya makna. Yang tidak peduli pada tujuan. Karakter keluarga terbangun dari bongkahan-bongkahan kebiasaan yang punya akar dan alasan kuat. "Tanamkan pemikiran, dan kamu akan memanen tindakan. Tanamkan tindakan, dan kamu akan memanen kebiasaan. Tanamkan kebiasaan, dan kamu akan meraih karakter. Tanamkan karakter dan kamu akan memanen tujuan," begitu Samuel Smiles (1887) mencatat dalam bukunya Life and Labor. baca selengkapnya..

UncategorizedSeptember 13, 2007 2:22 pm
”Manusia itu dari sumber (keturunan) yang berbeda.
Bahwa akhlaq seorang bapak itu  akan menurun kepada anaknya,
dan akhlaq yang buruk seperti asal yang buruk.”
(Riwayat dari Ibnu Abbas dalam Syu’abul Iman).
 

Sam, Ham, dan Jafits adalah kisah tentang karakter keluarga yang tersambung. Bapaknya seorang Rasul. Bahkan Rasul pertama: Nuh ‘alaihissalam. Anak-anak itu turut serta dalam kapal ayahnya, bersama dengan sangat sedikit orang lainnya. Kapal kehidupan, sekaligus kapal keimanan. Kapal kehidupan, sebab yang ikut di kapal itu saja yang hidup. Kapal keimanan, sebab yang naik di kapal itu saja yang beriman. Mereka yang di atas kapal itu saja yang menerima ajakan menyembah Allah, menerima seruan kenabian. Sesudah itu babakan baru tentang sejarah karakter dimulai kembali.

Babakan baru itu di antaranya adalah sambung menyambungnya sebuah karakter keluarga: karakter kenabian. "…. dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebagian dari keturunannya yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Dan Zakariya, Yahya, Isa dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang shalih. Dan Ismail, Alyasa’, Yunus, dan Luth. Masing-masingnya Kami lebihkan derajatnya di atas umat (di masanya). (dan Kami lebihkan pula derajat) sebagian dari bapak-bapak mereka, keturunan-keturunan mereka dan saudara-saudara mereka. Dan Kami telah memilih mereka (untuk menjadi nabi-nabi dan rasul-rasul) dan Kami menunjuki mereka ke jalan yang lurus."

baca selengkapnya..

UncategorizedSeptember 10, 2007 4:10 pm

Perempuan-perempuan mulia itu hadir satu satu dalam kehidupannya. Satu satu. Semua pada waktunya. Tepat pada waktunya. Untuk mengisi peran sejarah yang telah disiapkan takdir di sepanjang jalan kehidupannya. Harus begitu memang. Sebab setiap potong umurnya adalah sebuah fragmen dari sebuah skenario panjang kehidupan yang hendak ditulisnya di atas bumi di bawah bimbingan langit.

Perempuan-perempuan mulia itu hadir satu satu dalam kehidupannya. Satu satu. Semua pada waktunya. Tepat pada waktunya. Mereka semua masuk ke dalam wilayah kehidupannya yang telah diformat oleh misi kenabian. Tapi mereka semua masuk dari pintu yang sama: cinta jiwa. Mereka mencintai kepribadiannya. Mereka mencintai misinya. Maka mereka lebur menjadi sebuah tim kehidupan yang kompak: menjadi pendukung utama bagi seorang lelaki akhirat, sang Nabi, Muhammad saw.

baca selengkapnya..

UncategorizedSeptember 9, 2007 1:32 pm

Maha Suci Allah, Yang telah menanam keyakinan dan keteguhan iman lalu melahirkan ketajaman pandangan orang-orang shalih. Selalu saja, merenungi dan mengikuti tahap demi tahap nasihat mereka, memancarkan rasa kagum dan takjub. Nasihat-nasihat mereka memiliki daya sentuh yang nikmat, mencerahkan pikiran dan membuka hati.

Saudaraku,
Kali ini, mari kita telusuri bulir-bulir nasihat yang dituangkan begitu indah oleh Imam Ibnul Qayyim Al- Jauzi rahimahullah. Ia salah satu dari para shalihin yang piawai mengupas dinamika jiwa manusia sebagaimana tertera dalam kitab-kitab karyanya. Dalam kitab Ibnul Qayyim, Al Jawabu Al Kaafi Liman Sa-ala An Ad Dawa-i Syaafii (Jawaban tuntas bagi yang bertanya tentang obat penyembuh), dituangkan banyak sekali pandangannya tentang jiwa. Salah satunya, tentang asal usul perbuatan seseorang yang berpangkal pada khatirah (lintasan pikiran).

baca selengkapnya..