UncategorizedSeptember 13, 2007 2:22 pm
”Manusia itu dari sumber (keturunan) yang berbeda.
Bahwa akhlaq seorang bapak itu akan menurun kepada anaknya,
dan akhlaq yang buruk seperti asal yang buruk.”
(Riwayat dari Ibnu Abbas dalam Syu’abul Iman).
Sam, Ham, dan Jafits adalah kisah tentang karakter keluarga yang tersambung. Bapaknya seorang Rasul. Bahkan Rasul pertama: Nuh ‘alaihissalam. Anak-anak itu turut serta dalam kapal ayahnya, bersama dengan sangat sedikit orang lainnya. Kapal kehidupan, sekaligus kapal keimanan. Kapal kehidupan, sebab yang ikut di kapal itu saja yang hidup. Kapal keimanan, sebab yang naik di kapal itu saja yang beriman. Mereka yang di atas kapal itu saja yang menerima ajakan menyembah Allah, menerima seruan kenabian. Sesudah itu babakan baru tentang sejarah karakter dimulai kembali.
Babakan baru itu di antaranya adalah sambung menyambungnya sebuah karakter keluarga: karakter kenabian. "…. dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebagian dari keturunannya yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Dan Zakariya, Yahya, Isa dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang shalih. Dan Ismail, Alyasa’, Yunus, dan Luth. Masing-masingnya Kami lebihkan derajatnya di atas umat (di masanya). (dan Kami lebihkan pula derajat) sebagian dari bapak-bapak mereka, keturunan-keturunan mereka dan saudara-saudara mereka. Dan Kami telah memilih mereka (untuk menjadi nabi-nabi dan rasul-rasul) dan Kami menunjuki mereka ke jalan yang lurus."
baca selengkapnya..