Bila keutamaan itu dinisbatkan kepada kepeloporan, itu pilihan yang tepat. Tak ada makna bagi kebesaran di belakang hari pada ummat atau kaum manapun, tanpa jasa para pionir. Kerap kaum utama ini berendah diri ketika disanjung sebagai penyandang kemuliaan merintis jalan (Alfadhlu liman Sabaq, kemuliaan bagi perintis), dengan menjawab: "Alfadhlu Liman Sadaq"(keutamaan bagi yang jujur). Maka genaplah kemuliaan itu ditangan mereka.

Bukan basa-basi ketika mereka yang memutuskan pilihan hidup-mati di Badar disebut Ahlul Badr dan berhak menyandang gelar Albadri. Bukan pula pembenaran untuk melakukan maksiat sesuka hati bila Kanjeng Nabi SAW menyatakan kepada mereka, "Lakukan apa pun yang kalian inginkan, demi Allah, Ia telah mengampuni kalian."

baca selengkapnya..