UncategorizedAugust 30, 2007 2:23 pm

Bahwa hidup adalah perjuangan tak ada yang menyangkalnya. Semenjak dari sebentuk tetesan air, manusia memang harus berjuang untuk menjadi hidup. Hanya satu dari ribuan tetesan air itu yang menjadi janin. Di dalam rahim, janin itu adalah manusia sendiri yang berkomunikasi langsung dengan sang Khalik. Ia masih di alam ruh, dan bersaksi dengan benar tentang keberadaan Allah Yang Maha Esa.

Ketika bayi itu lahir ke dunia, perlahan tapi pasti ia menjadi mahluk sosial. Lingkungan menjadi faktor dominan dalam proses pembentukan karakter dan identitas budayanya. Beranjak dewasa ia menjadi manusia multidimensi. Manusia yang harus berkompetisi dalam ekonomi. Bahkan tak terhindarkan pula dari pergulatan kekuasaan. Maka manusia pun menjadi makhluk ekonomi dan politik.

baca selengkapnya..

UncategorizedAugust 16, 2007 2:04 am

Di Badar yang penuh kenangan, tonggak-tonggak kejayaan Islam telah dipancangkan. Melalui perang yang memisahkan, dan kematian-kematian yang menegaskan. Saat Allah, Rasul, dan pasukan iman meraih kemenangan gemilang.

Tetapi kenangan tentang Badar, hampir satu tahun kemudian, adalah kerinduan dan juga sedikit kecewa bagi mereka yang tak sempat menyaksikannya.

baca selengkapnya..

TarbiyahAugust 13, 2007 10:04 am

Agar sebuah halaqah dapat dikategorikan sebagai halaqah muntigah (berhasil guna) tentunya ada aturan-aturan yang harus ditaati oleh semua komponen halaqah dalam hal ini adalah murrabi dan mutarabbi.

Dr. Abdullah Qadiri dalam buku Adab Halaqah menyebutkan adab-adab pokok yang harus ada dalam sebuah halaqah:

Serius dalam segala urusan, menjauhi senda gurau dan orang-orang yang banyak bergurau. Yang dimaksudkan serius dan tidak bersenda gurau tentu saja bukan berarti suasana halaqah menajdi kaku, tegang, dan gersang, melainkan tetap diwarnai keceriaan, kehangatan, kasih sayang, gurauan yang tidak melampaui batas atau berlebih-lebihan. Jadi canda ria dan gurauan hanya menjadi unsur penyela/penyeling yang menyegarkan suasana dan bukan merupakan porsi utama halaqah.

baca selengkapnya..

UncategorizedAugust 12, 2007 3:29 pm

Melihat kebesaran orang lain tak selamanya dilarang. Ada kalanya kita harus menengok dan melihat kebesaran itu. Untuk kepentingan dan mashlahat yang dibenarkan.

Ilmu dan kedermawanan. Dua hal penting yang harus kita inginkan ada pada diri kita. Sebagaimana yang disabdakan Nabi, "Diperbolehkan hasad pada dua hal: Seseorang yang diberikan harta yang selalu diinfakkannya. Dan seseorang yang diberikan ilmu, dia mempergunakan ilmu tersebut dan mengajarkannya kepada orang lain." (HR. Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Mas’ud).

baca selengkapnya..

UncategorizedAugust 10, 2007 3:49 am

Bila keutamaan itu dinisbatkan kepada kepeloporan, itu pilihan yang tepat. Tak ada makna bagi kebesaran di belakang hari pada ummat atau kaum manapun, tanpa jasa para pionir. Kerap kaum utama ini berendah diri ketika disanjung sebagai penyandang kemuliaan merintis jalan (Alfadhlu liman Sabaq, kemuliaan bagi perintis), dengan menjawab: "Alfadhlu Liman Sadaq"(keutamaan bagi yang jujur). Maka genaplah kemuliaan itu ditangan mereka.

Bukan basa-basi ketika mereka yang memutuskan pilihan hidup-mati di Badar disebut Ahlul Badr dan berhak menyandang gelar Albadri. Bukan pula pembenaran untuk melakukan maksiat sesuka hati bila Kanjeng Nabi SAW menyatakan kepada mereka, "Lakukan apa pun yang kalian inginkan, demi Allah, Ia telah mengampuni kalian."

baca selengkapnya..

UncategorizedAugust 3, 2007 3:28 pm

Saudaraku,
Coba lihat ayat Al Qur’an surat Al Qaaf ayat 31-35. Dalam ayat tersebut, Allah SWT berfiman yang artinya, "Didekatkanlah surga itu kepada orang-orang yang bertakwa pada tempat yang tidak jauh dari mereka. Inilah yang dijanjikan kepadamu, yaitu kepada setiap hamba yang selalu kembali pada Allah lagi memelihara semua peraturan-peraturan-Nya. Orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, sedang Dia tidak kelihatan olehnya dan dia datang dengan hati yang bertobat. Masukilah surga itu dengan aman, itulah hari kekekalan. Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki dan pada sisi Kami ada tambahannya." (QS. Qaaf: 31-35)

baca selengkapnya..

DakwahAugust 2, 2007 1:25 am

"Berdakwah untuk menyeru manusia kepada kebaikan, jika disertai dengan penyimpangan perilaku para da’i, merupakan penyakit yang akan menimbulkan kebimbangan dalam diri. Tidak hanya pada diri seorang da’i, tetapi juga terhadap dakwah. Hal inilah yang mengacaukan hati dan pikiran masyarakat karena mereka mendengar kata-kata yang indah tetapi menyaksikan perbuatan yang buruk. Saat itulah, mereka bingung untuk menilai ucapan dan perbuatan.

baca selengkapnya..

UncategorizedAugust 1, 2007 5:21 am

Harus ada upaya membenahi jiwa, agar tak gampang terpesona dengan segala yang menyilaukan. Ini memang tidak ringang. Tetapi sebuah kesuksesakan memerlukan perjuangan yang tidak ringan. Beberapa langkah berikut, semoga bisa menjadi bahan renungan.

 

Pertama, Ingatlah bahwa Kesempurnaan Ini Hanya Milik Allah

Semua yang ada di sekeliling kita adalah makhluk. Setiap makhluk mempunyai keterbatasan. Tidak ada yang sempurna. Termasuk kita. Bisa jadi kita begitu hebat di suatu bidang ilmu. Tetapi tentu kita mengakui bahwa kita tidak mampu di bidang yang lain. Alam ini terlalu luas untuk bisa dijangkau oleh akal kita yang terbatas kemampuan dan kapasitasnya.

baca selengkapnya..