Para pahlawan mukmin sejati tidak membuang energi mereka untuk memikirkan seperti apakah ia akan ditempatkan dalam sejarah manusia. Yang mereka pikirkan adalah bagaimana mereka meraih posisi paling terhormat di sisi Allah swt. Itulah sejarah yang sebenarnya. Kalau suatu ketika sejarah manusia memberi mereka posisi yang terhormat, itu hanya -seperti kata Rasulullah saw- "berita gembira yang dipercepat".

Ridha Allah dan tempat yang terhormat di sisi-Nya. Itulah cita-cita sejati para pahlawan mukmin. Dan itulah ambisi yang sebenarnya, ambisi yang disyariatkan, ambisi yang mendorong lahirnya semangat kompetisi yang tak habis-habis. Di sini medan kompetisi itu sangat berbeda dengan kompetisi di medan lain. Yang membedakannya adalah luas wilayah kompetisi yang tak terbatas kecuali oleh batasan kebaikan itu sendiri, karena hadiah yang disediakan untuk para kompetitor juga tak terbatas.

baca selengkapnya..