Hidup dalam naungan Al-Quran berarti berinteraksi dengannya baik secara tilawah (membaca), tadabbur (memahami), hifzh (menghafalkan), tanfiidzh (mengamalkan), ta’liim (mengajarkan) dan tahkiim (menjadikannya sebagai pedoman dan rujukan hukum). Rasulullah saw bersabda, "Sebaik-baiknya kamu adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan yang mengajarkannya"
At-Tilawah (Membaca Al-Quran) (QS Al-Baqarah: 121)
Salah satu cara berinteraksi dengan Al-Qur’an yang harus diperbanyak adalah tilawah Al-Qur’an. Salafu sholih sangat serius dalam masalah tilawah. Utsman bin ‘Affan mengkhatamkan setiap hari Al-Qur’an di bulan Ramadhan. Abdullah bin Amru bin Al Ash ketika diperintahkan membaca Al Qur’an sebulan khatam, beliau masih menawar bahwa dirinya masih mampu untuk lebih cepat dari itu. Setelah terjadi tawar-menawar, maka Rasulullah saw. membolehkan membacaAl-Quran setiap tiga hari khatam. Sementara imam As-Syafi’i mengkhatamkan 60 kali dalam bulan Ramadhan diluar waktu sholat. Sebagian ada yang setiap pekan khatam dan ada yang sepuluh hari khatam. Demikianlah tilawah para shalafu sholih.
baca selengkapnya..