Da’wah mesti dipikul secara bersama. Kebersamaan itu harus diwujudkan dalam kerjasama (amal jama’i) yang rapi. Dari sini kemudian, kebutuhan da’wah akan jama’ah yang solid sangat penting. Tidak saja demi kepentingan tugas da’wah, tapi juga untuk melindungi para da’i dan da’wah itu sendiri dari berbagai gangguan-gangguan.
Tekanan dan serangan dari luar jama’ah da’wah, betapapun dahsyatnya tak akan menimbulkan permasalahan berarti, manakala kondisi internal bangunan jama’ah da’wah telah kokoh. Sebaliknya, bangunan itu bisa saja runtuh, hanya karena rongrongan fitnah dari dalam. Ancaman dari dalam ini lebih bahaya. Bila tak dibenahi, ia bisa menjadi bom waktu yang dapat meledakkan bangunan da’wah.
baca selengkapnya..