UncategorizedMay 31, 2007 9:10 am

Salah satu keterampilan penting yang kita butuhkan dalam hidup adalah komunikasi. Kita menghabiskan sebagian besar jam jaga kita untuk berkomunikasi. Ketika orang lain berbicara, biasanya kita mendengarkan dalam salah satu dari empat tingkat: Pertama, kita mungkin mengabaikan orang itu dan benar-benar tidak mendengarkannya. Kedua, mungkin berpura-pura mendengarkan. Atau, ketiga, mendengarkan selektif; mendengar hanya bagian-bagian tertentu dari percakapan. Bisa jadi, yang keempat, kita mungkin mendengarkan atentif, menaruh perhatian dan memfokuskan energi pada kata-kata yang diucapkan. Dan, biasanya sangat sedikit yang pernah mempraktekkan tingkat kelima, yaitu mendengarkan empatik. 

Mendengarkan empatik adalah Anda masuk ke dalam kerangka acuan orang lain yang Anda dengarkan. Anda "memandang keluar" melewati kerangka acuan itu dan melihat dengan cara mereka. Anda mengerti paradigma mereka serta mengerti bagaimana perasaan mereka. Dan, inilah salah satu cara untuk membangun komunikasi yang penuh empati.

baca selengkapnya..

UncategorizedMay 30, 2007 12:58 am

Saudaraku,
Kehidupan, tak ubahnya sebuah perjalanan. Ada asal, perlu perbekalan, ada terminal tempat istirahat, dan punya tujuan. Ilustrasi seperti itu disampaikan oleh Rasul SAW kepada para sahabatnya. Rasul pernah menggambarkan hidup dunia, ka raakibin istadzalla bi syajaratin tsumma raha wa tarakaha. Seperti seorang musafir yang bernaung di bawah rindangnya pohon, setelah itu ia tinggalkan pohon tersebut. Dan, karenanya, Rasul memberi panduan agar hidup ini disikapi sebagai sesuatu yang sementara. "Kun fi dunya ka annaka ghariibun au’abiri sabiil," hiduplah engkau di dunia, seperti orang asing, atau orang yang dalam perjalanan. 0rang asing, selalu hati-hati. Sebab, ia belum paham betul seluk beluk wilayah yang ia tempati. Hati-hati terhadap aral, waspada terhadap berbagai kemungkinan buruk. Sedangkan orang yang dalam perjalanan, akan berpikir bagaimana mencapai tujuan, bekal apa saja yang harus disertakan, dan yang pasti akan ada saat ia harus mengakhiri perjalanan itu..

baca selengkapnya..

DakwahMay 29, 2007 2:44 am

Kehidupan kini dipenuhi dengan nilai-nilai jahili materialistik, membuat bingung dan kehilangan pegangan hidup. Mereka membutuhkan ajakan yang dapat mengembalikan kesucian diri sebagai manusia.

Sementara itu, dakwah untuk mengembalikan ummat manusia kepada fitrahnya, nampak kehilangan ruh (hakekat dan semangat dakwah). Sehingga, dakwah tidak memiliki manhaj, pedoman dan arahan yang jelas. Terutama untuk menjadikan kaum muslimin sebagai khairu ummah, yang dapat memainkan peran utama dalam kancah kepemimpinan dunia.

Maka ummat Islam harus menyadari dan kembali kepada pemahaman dakwah yang benar, yaitu Dakwah Rabbaniyyah. Dakwah yang dibenarkan Islam dan merupakan satu-satunya dakwah yang dapat memperbaiki ummat dan mengembalikan kaum muslimin menjadi pemimpin dunia. Karena dakwah ini berdiri di atas jalan Islam yang lurus dan siapa mengikuti jalannya, mereka tidak akan pernah mengalami kesesatan. 

baca selengkapnya..

UncategorizedMay 25, 2007 6:11 am

Pembahasan tentang pengertian al-Qur’an (ta’riful Qur’an) mencakup tiga bagian pembahasan yaitu: definisi al-Qur’an, nama-nama al-Qur’an, dan fungsi atau kedudukan al-Qur’an.

Pemahaman kaum muslimin - secara umum - terhadap al-Qur’an masih parsial (juz’i). Hal itu menyebabkan al-Qur’an belum difungsikan secara menyeluruh dan utuh. Sebagian masyarakat memahami al-Qur’an sebagai obat (syifa) saja, maka mereka memfungsikannya hanya sebatas sebagai penyembuh. Sehingga, al-Qur’an baru dekat ketika orang-orang sedang sakit, sekarat atau sudah meninggal. Padahal al-Qur’an sebenarnya lebih dibutuhkan oleh orang-orang yang sehat. 

baca selengkapnya..

UncategorizedMay 22, 2007 2:50 pm

Untuk menegakkan nilai-nilai Islam dalam segala sisi kehidupan, tak cukup hanya berbekal keshalihan individu. Tidak juga sebatas kebersihan moral dan komitmen niat. Semua itu harus didukung dengan SDM yang punya keshalihan kolektif, dapat mengembangkan diri, dan mampu beramal dengan profesional. 

Ada beberapa alasan kuat mengapa ummat Islam -dan pekerja da’wah khususnya- semakin dituntut memiliki hal-hal tersebut di atas. Selain karena saat ini para kader da’wah telah bekerja di banyak penjuru profesi, juga karena saat-saat mendatang ummat Islam akan berhadapan dengan perubahan yang cepat dan sulit diprediksi. Kompetisi dalam berbagai bidang makin berat. Kontrol lingkungan akan lebih ketat. Belum lagi ledakan penduduk, era pelayanan pelanggan, dan perubahan teknologi yang canggih. 

baca selengkapnya..

DakwahMay 19, 2007 5:23 pm

Da’wah akan berhadapan dengan dimensi masyarakat, yang dari kurun ke kurun berkembang dan memiliki karakternya masing-masing. Da’wah yang efektif tentu harus cerdas dalam memainkan peran dan fungsinya agar fungsi rahmatan lil `alamin yang dipikulnya dapat bekerja optimal. Dengan kata lain, modal da’wah pada setiap zaman tentu akan berbeda, karena mesti dibawakan, dikomunikasikan, disesuaikan dengan karakter zamannya. Pesan Rasulullah SAW sangat jelas, "khotibunnasi ‘ala qodri `uqulihim‘; "khotibunnas ‘ala lughotihim" Da’wah harus mampu berkomunikasi secara efektif, disesuaikan dengan kondisi dan karakter masyarakat yang menjadi obyek da’wahnya. Bila cara dan muatan da’wah tidak "match" dengan situasi/kondisi dan tuntutan da’wah, sangat mungkin da’wah tersebut ditinggalkan orang.  baca selengkapnya..

UncategorizedMay 18, 2007 3:26 am

Hidup dalam naungan Al-Quran berarti berinteraksi dengannya baik secara tilawah (membaca), tadabbur (memahami), hifzh (menghafalkan), tanfiidzh (mengamalkan), ta’liim (mengajarkan) dan tahkiim (menjadikannya sebagai pedoman dan rujukan hukum). Rasulullah saw bersabda, "Sebaik-baiknya kamu adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan yang mengajarkannya"

At-Tilawah (Membaca Al-Quran) (QS Al-Baqarah: 121)

Salah satu cara berinteraksi dengan Al-Qur’an yang harus diperbanyak adalah tilawah Al-Qur’an. Salafu sholih sangat serius dalam masalah tilawah. Utsman bin ‘Affan  mengkhatamkan setiap hari Al-Qur’an di bulan Ramadhan. Abdullah bin Amru bin Al Ash ketika diperintahkan membaca Al Qur’an sebulan khatam, beliau masih menawar bahwa dirinya masih mampu untuk lebih cepat dari itu. Setelah terjadi tawar-menawar, maka Rasulullah saw. membolehkan membacaAl-Quran setiap tiga hari khatam. Sementara imam As-Syafi’i mengkhatamkan 60 kali dalam bulan Ramadhan diluar waktu sholat. Sebagian ada yang setiap pekan khatam dan ada yang sepuluh hari khatam. Demikianlah tilawah para shalafu sholih.

baca selengkapnya..

UncategorizedMay 15, 2007 2:18 am

Salah satu kekhasan agama Islam yang kita anut adalah ia mengajarkan kepada kita cara memandang segala sesuatu dengan dua sisi pandang. Pertama, sisi dimana obyek itu kita pandang wujud lahirnya. Sebut saja ia sudut pandang lahiriah. Sudut pandang lahiriah, bertumpu kepada sosok fisik dan materi obyek tersebut. Dan, kedua, sisi di mana kita memandang sesuatu jauh melampaui batas lahiriyah. Sebut saja dengan sudut pandang ruhiyah. Karena ia menggunakan kekuatan ruhiyah, kebersihan nurani, ketajaman iman, sebagai kacamatanya. 

Melihat air hujan dengan sudut pandang lahiriah artinya kita menyaksikan proses  turunnya air dari langit. Yang menurut teori adalah akibat embun-embun yang membeku dari uap air laut. Tetapi memandangnya dari sudut ruhiyah, artinya kita memandang hujan sebagai wujud dari takqdir Allah, yang menurunkan hujan atas kehendak-Nya.

baca selengkapnya..

Mawas diriMay 14, 2007 3:15 am

Ilmu genetika mengajarkan bahwa Anda adalah Anda sendiri, sebagai hasil dari 24 kromosom yang di curakan ayah Anda dan 24 kromosom lagi oleh ibu Anda. Ke-48 kromosom tersebut berisi segala sesuatu yang menentukan warisan siapakah Anda sebenar-nya. Amran Scheinfeld dalam bukunya, You and Heredity, mengatakan, "Dalam setiap kromosom itu terdapat ratusan gene dan dalam kasus tertentu, sebuah gen akan  mampu mengubah kehidupan seseorang.”

Kita ini diciptakan dengan sangat mengesankan dan menakjubkan. Setelah ibu dan ayah bertemu dan melakukan pembuahan, hanya ada satu kemungkinan dari 300.000.000.000 yang lahir. Dan, itulah Anda. Dengan kata lain bila Anda mempunyai saudara kandung sebanyak 300.000.000.000, maka tak seorang pun yang sama persis dengan Anda. Amran melanjutkan, “Anda adalah diri sendiri di dunia ini."

baca selengkapnya..

Potret, Rumah tanggaMay 11, 2007 3:25 pm

Malam itu tak ada yang istimewa kecuali tatapanku pada sesuatu yang cukup menyedot seluruh isi jiwaku. Ya, suamiku berpamitan untuk memasuki kamar pengantinnya sambil mengatakan, "Titip anak-anak, ya Mi!" Tangisku pun meledak saat itu juga. Sakit sekali. Dan aku pun terbangun sambil menangis dengan air mata berderai ditingkahi dengan ekspresi kebingungan suamiku. 

Ini adalah sepenggal mimpi yang kualami pada malam ketujuh pernikahanku. Bagi sebagian orang, mimpi hanya dianggap sebagai bunga tidur. Bagi seorang mukmin mimpi baik adalah dari Allah dan mimpi buruk dari setan. Bagiku, sulit untuk mengklasifikasikannya sebagai mimpi baik atau buruk.

baca selengkapnya..

«« Older Items •