Membangun kekuatan da’wah mutlak memerlukan prajurit yang memiliki visi perjuangan yang jelas. Sebab, pemahaman dan persepsi seseorang sangat berpengaruh pada sikapnya.
Pemahaman terhadap visi perjuangan, adalah fondasi sebuah bangunan da’wah. Dua lainnya adalah kekuatan niat dan amal. Fikrah tersebut akan memberi aliran semangat yang tak pernah lemah bagi para juru da’wah.
Tanpa memiliki fikrah yang jelas, da‘wah akan kehilangan bashirah, miskin ketajaman langkah, mudah terjebak oleh kondisi yang menipu, serta rawan fitnah.
Perjalanan da’wah yang panjang, berikut karakteristik fase yang dilaluinya, harus disadari oleh setiap da’i. Tidak sedikit, orang gugur di jalan da’wah, karena tak paham dengan langkah-langkah dan strategi umum da’wah. Ada ketidaksabaran dan ketergesaan yang mendorong seseorang memetik buah sebelum masak. Ada juga sebaliknya, yang justru terseok-seok tak mampu mengikuti dinamika da’wah. Tak ada kreativitas, inovasi, apalagi kerja keras. Mereka adakalanya terlampau jumud, selalu menunggu diperintah, bagaikan gong, yang tak akan bunyi bila tak dipukul.
baca selengkapnya..