UncategorizedApril 21, 2007 2:41 pm

Membangun kekuatan da’wah mutlak memerlukan prajurit yang memiliki visi perjuangan yang jelas. Sebab, pemahaman dan persepsi seseorang sangat berpengaruh pada sikapnya.

Pemahaman terhadap visi perjuangan, adalah fondasi sebuah bangunan da’wah. Dua lainnya adalah kekuatan niat dan amal. Fikrah tersebut akan memberi aliran semangat yang tak pernah lemah bagi para juru da’wah.

Tanpa memiliki fikrah yang jelas, da‘wah akan kehilangan bashirah, miskin ketajaman langkah, mudah terjebak oleh kondisi yang menipu, serta rawan fitnah.

Perjalanan da’wah yang panjang, berikut karakteristik fase yang dilaluinya, harus disadari oleh setiap da’i. Tidak sedikit, orang gugur di jalan da’wah, karena tak paham dengan langkah-langkah dan strategi umum da’wah. Ada ketidaksabaran dan ketergesaan yang mendorong seseorang memetik buah sebelum masak. Ada juga sebaliknya, yang justru terseok-seok tak mampu mengikuti dinamika da’wah. Tak ada kreativitas, inovasi, apalagi kerja keras. Mereka adakalanya terlampau jumud, selalu menunggu diperintah, bagaikan gong, yang tak akan bunyi bila tak dipukul.

baca selengkapnya..

Uncategorized 6:01 am

Iman adalah sumber kekuatan. Ia merupakan penjaga sekaligus pemelihara seseorang dari sikap meremehkan dosa yang berbuntut kelemahan. Orang yang lalai dan suka dengan maksiat sebenarnya ia tak punya kekuatan. Krisis iman merupakan akar dari segala krisis. Karena jiwa yang kosong dan senyap dari keimanan tidak akan bisa menuntun pemiliknya ke jalan yang benar. Begitu juga lemahnya interaksi, keterlibatan, dan tanggung jawab seorang muslim terhadap berbagai kewajiban Islam dan da’wah hanyalah cermin dari krisis iman yang bersemayam dalam hati.

Itulah inti taujih Rasulullah, tatkala seorang sahabat bertanya kepadanya “Kenapa Anda melakukan puasa terus menerus?” Rasul menjawab, "Siapakah di antara kalian yang seperti aku. Aku bermalam dan Tuhanku memberiku makan dan minum."(HR. Bukhari)

baca selengkapnya..