UncategorizedMarch 17, 2007 1:49 pm

Saudaraku,
Ada satu bekal lagi yang harus dimiliki seorang da’i, setelah bekal ikhlas dan ilmu pengetahuan, yakni berusaha mengikatkan diri bersama sebuah jama’ah yang menghimpun saudara-saudaranya yang lain.

Bekal ikhlas dan pengetahuan, mungkin belum cukup menjamin keselamatan dalam menempuh perjalanan da’wah yang panjang ini. Perintah berjama’ah sangat dekat dengan anjuran Rasulullah saw tentang mencari pertemanan dengan orang-orang shalih. Setidaknya, menurut Rasulullah, duduk dan berdekatan dengan orang-orang shalih akan menularkan kebaikan. Seperti bersanding dengan penjual minyak wangi, minimal akan terimbas wanginya. Sama dengan kebalikannya, siapa yang berdekatan dengan orang-orang yang tidak baik, maka ia bisa tertular oleh ketidakbaikan itu. Seperti bersanding dengan tukang las. Bisa-bisa terbakar, atau terkena pekatnya asap.

baca selengkapnya..

UncategorizedMarch 15, 2007 12:01 am

Hud Hud, si burung kecil yang menjadi salah satu bala tentara Nabi Sulaiman, berinisiatif terbang ke negeri Saba’, tanpa perintah Sulaiman. Selaku pemimpin, Sulaiman tentu gusar atas kepergian Hud-Hud yang tidak diketahuinya. Ia bahkan mengancam akan memberi hukuman keras atas Hud Hud karena sikapnya itu. Sulaiman kemudian ber-upaya menanyakan kemana gerangan Hud Hud pergi.

Tak lama, Hud Hud muncul. Sebagai atasan, Sulaiman melakukan pengecekan (mu-taba’ah), kemana ia tidak nampak sejak tadi. Tapi Hud-Hud bukan tipe prajurit sembarangan, apalagi suka menyia-nyiakan amanah. Hud Hud mungkin malah sudah siap dengan segala alasan syar’i, alasan struktural (tandzimi), dan alasan konsepsi (minhaji). Secara syar’i, inisiatifnya untuk pergi meninggalkan Sulaiman sang komandan bukan untuk urusan ma’siat. Secara struktural, ia mengamalkan sikap prajurit yang kreatif, mencari hal-hal yang bermanfaat bagi Sulaiman. Sedang secara minhaji, ia telah melakukan pengamatan tentang perilaku ratu Saba’ dan kaumnya yang bertentangan dengan misi aqidah Su1aiman.

baca selengkapnya..

UncategorizedMarch 13, 2007 3:28 pm

Pertama, sadarilah nikmat hidup yang Allah berikan.
Rasulullah saw bersabda, "Ada dua ni’mat yang manusia sering tertipu karenanya, ni’mat sehat dan ni’mat waktu kosong.” (HR Bukhari). Seorang muslim akan tertipu selama ia tidak memanfaatkan nikmat sehat dan kelapangan rizkinya. Kesehatan dan waktu kosong ibarat modal dalam hidup, yang harus diinfakkan di jalan Aliah, untuk memperoleh keuntungan akhirat. Bila tidak, waktu akan melibasnya. Akibatnya, inisiatif beramal mati.

Ibnu Bathal mengomentari hadits Rasulullah di atas, “Ingat, kenapa Rasulullah mengatakan, kebanyakan manusia tertipu? Lantaran hanya sebagian kecil manusia saja yang tidak tertipu oleh dua nikmat itu. Ada di mana kita?” Ibnul Jauzi lebih jauh lagi menguraikan makna hadits itu. “Ada kalanya manusia sehat secara fisik, tapi ia tidak punya waktu luang karena kesibukannya mencari nafkah. Ada pula orang yang memiliki harta banyak dan tidak sibuk mencari nafkah, tapi tubuhnya sakit. Bila kedua penyakit itu berkumpul, dan orang itu ditimpa kemalasan dari berbuat ketaatan, kondisi itulah yang dikatakan tertipu.”

baca selengkapnya..

UncategorizedMarch 12, 2007 2:28 am

Sejarah Islam menyimpan khazanah luar biasa tentang kreatifitas, inovasi dan inisiatif. Rasul saw selalu berupaya mengembangkan sikap kritis dan memancing ide, serta pendapat para sahabat melalui mekanisme syuro. Itu semua dilakukan oleh Rasulullah, meski beliau di dukung langsung oleh wahyu Allah yang memiliki kebenaran absolute.

Pendekatan tarbiyah seperti itu, menjadikan para sahabat umat yang unik. Bisa dikatakan setiap sahabat memiliki keunikan tersendiri yanq patut ditiru. Mereka memiliki komitmen dan ketaatan yang utuh kepada Allah dan RosulNya. Tapi bersama dengan itu, mereka juga hidup dengan kreatifitas, inovasi dari inisiatif dalam mengemban amanah dakwah dan hidupnya. Justru ketaatan mereka kepada Allah dan RosulNva itu yang menjadikan mereka memiliki pandangan (Bashirah) yang tajam hingga melahirkan ide serta kreatifitas yang jitu dalam menghadapi banyak persoalan.

baca selengkapnya..

UncategorizedMarch 9, 2007 9:54 am

Kisah Thalut menggambarkan bahwa kader perjuangan itu akan berkurang dengan ada-nya ujian. Sebenarnya, bukan pengurangan, tapi penyaringan. Sebab, ujian yang dimaksud tak lain adalah proses mencari yang terbaik dari yang baik, mencari yang baik dari yang cukup, mencari yang cukup dari yang kurang.

Kisah mereka dijelaskan dalam surat al-Baqarah ayat 246-252. Kala itu Bani Israil datang kepada nabi mereka dan meminta agar Allah SWT mengangkat panglima untuk memimpin mereka bertempur melawan Jalut. Semangat mereka berapi-api. Allah swt kemudian memilih Thalut menjadi pemimpin mereka. Tapi rupanya mereka memandang sebelah mata. "Hartanya tidak banyak,” kata mereka sinis kepada Thalut.

baca selengkapnya..

UncategorizedMarch 7, 2007 3:01 am

Kemampuan orang untuk berinisiatif berbeda-beda. Hakekat inisiatif lebih dekat untuk disebut sebagai sebuah "keahlian", tapi berbasiskan pengetahuan. Namun, bukan berarti hanya orang-orang tertentu yang bisa memacu inisiatif. Tidak. Semua orang bisa meningkatkan daya inisatif untuk beramal shalih, sesuai kadar peegetahuan dan kemampuannya. Karenanya, memahami hal-hal yang bisa mempengaruhi – baik positif atau negatif – daya inisiatif sangatlah penting. Kemampuan dan keahlian adalah pengaruh internal. Sedang pengaruh luarnya adalah kultur atau budaya yang mengitari seseorang. Kultur dimaksud banyak, antara lain:

Kultur sosial
Maksudnya, iklim atau budaya yang lahir dari proses interaksi seseorang dengan orang lain. Atau bergaulnya seseorang dengan orang lain, dalam lingkup kecil maupun besar. Dengan anggota keluarga, dengan teman kerja, teman belajar, dengan sesama aktivis da’wah, maupun dalam lingkup lebih luas yaitu masyarakat. Kultur sosial punya dampak pada tingkat kemampuan orang untuk berinisiatif, karena manusia punya tabiat “saling terpengaruh dan mempengaruhi”. Pada umumnya anak-anak muda pecandu narkoba, memulai inisiatif buruknya itu karena ajakan teman. Hal yang sama juga terjadi pada kebiasaan merokok mereka. Mulanya diajak dan ikut-ikutan teman.

baca selengkapnya..

UncategorizedMarch 6, 2007 2:09 am

Segala perilaku kita adalah format kehendak kita. Demikianlah kita menjalani hidup. Begitu pula dalam melakoni ajaran agama kita. Amal shalih perilakunya, sedang niat yang ikhlas adalah kehendaknya. Amal shalih tanpa ikhlasnya niat akan sia-sia. Sebagaimana niat baik tanpa wujud amal hanya omong kosong belaka. Karenanya, tuntutan beramal shalih menjadi sama besarnya dengan tuntutan berkehendak. Tapi kehendak dan niatan-niatan itu tak selamanya segar. Kadang layu, bahkan mati. Itu sebabnya, inisiatif yang berkesinambungan menjadi syarat mutlak bagi kesegaran niatan-niatan dan amal-amal shalih itu.

Suatu hari, Allah menguji Bani Israil yang tinggal di tepian pantai. Mereka dilarang mencari ikan pada hari Sabtu. Tetapi justru pada hari Sabtu itu ikan banyak sekali. Apa yang tejadi? Penduduk desa itu terbagi menjadi tiga macam. Pertama, orang yang melanggar larangan itu, dengan cara memasang jala pada hari Jum’at lalu mengambilnya pada hari Ahad. Kedua, orang yang berinisiatif memperingatkan dan menasehati para pelanggar. Ketiga, orang yang diam saja, malah mencibir para pemberi nasehat itu.

baca selengkapnya..

UncategorizedMarch 4, 2007 3:49 pm

Tidak ada pahlawan sejati yang besar yang tidak mempunyai struktur filosofi yang solid dan kuat. Filosofi adalah sebuah ruang kecil dalam kepribadian kita darimana seluruh tindakan diarahkan dan dikontroI. Tindakan-tindakan kepahlawanan selalu lahir dari pikiran-pikiran kepahlawanan. Orang-orang yang tidak mempunyai pikiran-pikiran besar tidak akan pernah terarahkan untuk melakukan tindakan-tindakan kepahlawanan.

Filosofi adalah kerangka pikiran yang terbentuk sedemikian rupa dalam diri kita dan berfungsi memberi kita ruang bagi semua tindakan yang “mungkin" kita lakukan. Semakin luas "kerangka berpikir" itu semakin luas pula "wilayah tindakan" yang mungkin kita lakukan. Saya menyebutnya “wilayah kemungkinan”. Setiap tindakan yang mempunyai wujud dalam pikiran kita akan segera masuk dalam wilayah kemungkinan. Pada saat sebuah tindakan masuk dalam wilayah kemungkinan itu, kita akan segera merasakan sesuatu yang ingin saya sebut sebagai “perasaan berdaya". Yaitu semacam keyakinan yang menguasai jiwa kita bahwa kita "mampu" melakukannya. Keyakinan itu saja sudah memadai untuk merangsang dorongan dari dalam jiwa kita untuk melakukannya. Begitulah akhirnya “tekad" terbentuk. Dan tekad seperti ini adalah "power" karena ia lahir dari perasaan berdaya.

baca selengkapnya..

UncategorizedMarch 1, 2007 2:10 pm

Semoga kita tak pernah putus berdo’a agar rahmat Allah menaungi kebersamaan kita.

Saudaraku,
Manusia, tetap manusia. Bukan malaikat. Rasulullah saw, sebagai hamba Allah teladan, juga manusia. Ia tetap memiliki tabiat kemanusiaan. Karena, andai sosok teladan untuk manusia itu bukan manusia, sudah tentu tak ada manusia yang bisa mengikutinya. Dan, artinya ia tak mungkin dijadikan teladan.

Karena itulah Rasulullah mengucapkan do’a: ‘Ya Allah, sesungguhnya aku adalah manusia. Aku marah sebagaimana manusia marah. Maka siapa saja dari kaum muslimin yang merasa telah aku sakiti, aku caci, aku laknat dan aku cambuk, jadikanlah hal itu sebagai do’a dan pembersih yang akan mendekatkannya kepada-Mu pada hari kiamat." (HR. Bukhari dan Muslim).

Meski tetap dengan kemanusiaannya, Rasul tetap memiliki predikat Al-Ma’shum -yang terpelihara dari dosa –, karena keimanannya yang tinggi dan Allah swt merahmatinya dengan selalu meluruskannya dari kesalahan. Iman sajalah yang membuat Rasulullah memiliki kemauan baja, cita-cita tinggi dan mampu terhindar dari bisikan syetan melalui hawa nafsu.

baca selengkapnya..

Newer Items »»