Hud Hud, si burung kecil yang menjadi salah satu bala tentara Nabi Sulaiman, berinisiatif terbang ke negeri Saba’, tanpa perintah Sulaiman. Selaku pemimpin, Sulaiman tentu gusar atas kepergian Hud-Hud yang tidak diketahuinya. Ia bahkan mengancam akan memberi hukuman keras atas Hud Hud karena sikapnya itu. Sulaiman kemudian ber-upaya menanyakan kemana gerangan Hud Hud pergi.

Tak lama, Hud Hud muncul. Sebagai atasan, Sulaiman melakukan pengecekan (mu-taba’ah), kemana ia tidak nampak sejak tadi. Tapi Hud-Hud bukan tipe prajurit sembarangan, apalagi suka menyia-nyiakan amanah. Hud Hud mungkin malah sudah siap dengan segala alasan syar’i, alasan struktural (tandzimi), dan alasan konsepsi (minhaji). Secara syar’i, inisiatifnya untuk pergi meninggalkan Sulaiman sang komandan bukan untuk urusan ma’siat. Secara struktural, ia mengamalkan sikap prajurit yang kreatif, mencari hal-hal yang bermanfaat bagi Sulaiman. Sedang secara minhaji, ia telah melakukan pengamatan tentang perilaku ratu Saba’ dan kaumnya yang bertentangan dengan misi aqidah Su1aiman.

baca selengkapnya..