Pertama, sadarilah nikmat hidup yang Allah berikan.
Rasulullah saw bersabda, "Ada dua ni’mat yang manusia sering tertipu karenanya, ni’mat sehat dan ni’mat waktu kosong.” (HR Bukhari). Seorang muslim akan tertipu selama ia tidak memanfaatkan nikmat sehat dan kelapangan rizkinya. Kesehatan dan waktu kosong ibarat modal dalam hidup, yang harus diinfakkan di jalan Aliah, untuk memperoleh keuntungan akhirat. Bila tidak, waktu akan melibasnya. Akibatnya, inisiatif beramal mati.

Ibnu Bathal mengomentari hadits Rasulullah di atas, “Ingat, kenapa Rasulullah mengatakan, kebanyakan manusia tertipu? Lantaran hanya sebagian kecil manusia saja yang tidak tertipu oleh dua nikmat itu. Ada di mana kita?” Ibnul Jauzi lebih jauh lagi menguraikan makna hadits itu. “Ada kalanya manusia sehat secara fisik, tapi ia tidak punya waktu luang karena kesibukannya mencari nafkah. Ada pula orang yang memiliki harta banyak dan tidak sibuk mencari nafkah, tapi tubuhnya sakit. Bila kedua penyakit itu berkumpul, dan orang itu ditimpa kemalasan dari berbuat ketaatan, kondisi itulah yang dikatakan tertipu.”

baca selengkapnya..