Kemampuan orang untuk berinisiatif berbeda-beda. Hakekat inisiatif lebih dekat untuk disebut sebagai sebuah "keahlian", tapi berbasiskan pengetahuan. Namun, bukan berarti hanya orang-orang tertentu yang bisa memacu inisiatif. Tidak. Semua orang bisa meningkatkan daya inisatif untuk beramal shalih, sesuai kadar peegetahuan dan kemampuannya. Karenanya, memahami hal-hal yang bisa mempengaruhi – baik positif atau negatif – daya inisiatif sangatlah penting. Kemampuan dan keahlian adalah pengaruh internal. Sedang pengaruh luarnya adalah kultur atau budaya yang mengitari seseorang. Kultur dimaksud banyak, antara lain:
Kultur sosial
Maksudnya, iklim atau budaya yang lahir dari proses interaksi seseorang dengan orang lain. Atau bergaulnya seseorang dengan orang lain, dalam lingkup kecil maupun besar. Dengan anggota keluarga, dengan teman kerja, teman belajar, dengan sesama aktivis da’wah, maupun dalam lingkup lebih luas yaitu masyarakat. Kultur sosial punya dampak pada tingkat kemampuan orang untuk berinisiatif, karena manusia punya tabiat “saling terpengaruh dan mempengaruhi”. Pada umumnya anak-anak muda pecandu narkoba, memulai inisiatif buruknya itu karena ajakan teman. Hal yang sama juga terjadi pada kebiasaan merokok mereka. Mulanya diajak dan ikut-ikutan teman.
