Segala perilaku kita adalah format kehendak kita. Demikianlah kita menjalani hidup. Begitu pula dalam melakoni ajaran agama kita. Amal shalih perilakunya, sedang niat yang ikhlas adalah kehendaknya. Amal shalih tanpa ikhlasnya niat akan sia-sia. Sebagaimana niat baik tanpa wujud amal hanya omong kosong belaka. Karenanya, tuntutan beramal shalih menjadi sama besarnya dengan tuntutan berkehendak. Tapi kehendak dan niatan-niatan itu tak selamanya segar. Kadang layu, bahkan mati. Itu sebabnya, inisiatif yang berkesinambungan menjadi syarat mutlak bagi kesegaran niatan-niatan dan amal-amal shalih itu.

Suatu hari, Allah menguji Bani Israil yang tinggal di tepian pantai. Mereka dilarang mencari ikan pada hari Sabtu. Tetapi justru pada hari Sabtu itu ikan banyak sekali. Apa yang tejadi? Penduduk desa itu terbagi menjadi tiga macam. Pertama, orang yang melanggar larangan itu, dengan cara memasang jala pada hari Jum’at lalu mengambilnya pada hari Ahad. Kedua, orang yang berinisiatif memperingatkan dan menasehati para pelanggar. Ketiga, orang yang diam saja, malah mencibir para pemberi nasehat itu.

baca selengkapnya..