Melakukan amal ibadah, amal shalih, dan seluruh perbuatan baik secara terus menerus, setahap demi setahap, ibarat membangun benteng diri yang kokoh. Menata batu-bata satu persatu secara terus menerus, hingga akhirnya berdirilah sebuah bangunan yang megah. Inilah amal yang dicintai Allah, yakni melakukan kebaikan dan ibadah tanpa henti, meskipun hanya sedikit.
Beramal sedikit demi sedikit tetapi terus menerus, juga ibarat menanam benih pohon, memberinya pupuk dan menyiraminya dengan air. Pohon itu adalah jiwa kita sendiri. Pupuk dan airnya adalah amal-amal ibadah dan keimanan. Sedikit dalam beramal yang dilakukan terus-menerus juga sama dengan memupuk dan menyiram pohon iman sehingga ia akan tetap tumbuh segar dan tak layu. Alhasil, jiwa terus terangkat menuju derajat yang lebih baik, menapaki tangga-tangga ke arah kesempurnaan.
baca selengkapnya..