Cepat sekali waktu berlalu. Mengalir tak pernah berhenti. Jam demi jam, menit demi menit, detik demi detik, bergerak. Waktu tak dapat ditunda, tak dapat ditahan dan tak mungkin ada yang mampu mengulang. Dan itu artinya, usia kita pun berkurang. Kita… Semakin dekat ke liang lahat. Saudaraku, entah, apakah pertambahan dan perguliran waktu itu berarti mendekatkan diri kepada kenikmatan surga. Atau mendekatkan kesengsaraan neraka. Na’udzubillah.

Rasul menyifatkan cepatnya perjalanan waktu kehidupan seperti perjalanan seorang musafir yang hanya sejenak berhenti di bawah pohon di tengah perjalanan yang amat panjang. Para ulama juga banyak menguraikan ilustrasi tentang hidup yang amat singkat ini. Salah satunya Imam Ibnul Jauzi. "Umurmu akan mencair seperti mencairnya es,” katanya. (Luthfu fil Waz, 31)

baca selengkapnya..