Persaudaraan dan persahabatan sejati hanya tumbuh di atas iman. Hubungan persaudaraan dan persahabatan akan cacat dan rusak bila tumbuh di atas kepentingan individu maupun kelompok yang bersifat duniawi. Pilar paling penting bagi terbangunnya suasana ukhuwah di kalangan para sahabat dahulu, seiring-sejalan dengan iman yang tertanam kuat dalam diri mereka.
Itu yang menjadi ciri pembinaan Rasulullah selama 13 tahun dalam periode Makkah kepada para sahabatnya. Periode itu, lebih lama dari masa perjuangan Rasul sepanjang 10 tahun pada periode Madinah. Di Makkah-lah, tempat Rasul pertama kali menanam benih, menumbuhsuburkan dan memperkokoh akar keimanan dalam diri para sahabatnya. Itulah yang menjadi landasan berdirinya bangunan besar persaudaraan dan ukhuwah di antara para sahabat. Tingkat ukhuwah para sahabat, seperti yang kerap diceritakan dalam kitab-kitab sejarah, bahkan hingga tahap mengorbankan kepentingan diri sendiri untuk kepentingan saudaranya.
Persahabatan dan persaudaraan memang tak muncul secara instan. Ibarat pohon, harus dipupuk dan disirami. Sebagaimana Rasulullah pun sering mengarahkan sahabat-sahabatnya kepada perilaku yang membuat persaudaraan itu semakin kuat di antara mereka. Hal ini membutuhkan proses yang sangat panjang dan harus terus menerus dilakukan.
baca selengkapnya..