Menelusuri jalan hidup seperti melewati jalan di semua medan. Ada yang bersih lagi nyaman, ada yang kotor lagi gersang. Tanpa terasa, debu yang teranggap kecil kian menebal menutup wajah. Kalau bukan karena guyuran air dari langit, mungkin tak seorang pun mau melihat wajah kita.
Siapapun tak ingin selamanya hidup dalam bayang-bayang kesalahan. Memasrahkan diri terus diterpa debu-debu salah dan dosa. Tapi, perubahan menjadi sesuatu yang sangat berat. Bisikan lembut agar kembali dekat dengan Yang Maha Sayang menjadi sekadar lintasan Kadang muncul, kemudian tenggelam.
Seorang rnukmin bisa dibilang mustahil bisa betah dalam salah dan dosa. Selalu saja muncul sinyal-sinyal diri yang mengingatkan kalau salah telah ia lakukan. Persis seperti tubuh yang kemasukan racun. Badan tiba-tiba panas, radang, susah tidur, dan menyusutnya nafsu makan.
baca selengkapnya..