Kota Madinah, di pagi yang masih sangat buta. Butir-butir pasir saling merapat kedinginan, Langit nampak hitam. Tanda malam masih menyisakan banyak potongan gelapnya. Suasana hening, nyaris tanpa suara. Rasulullah saw memasuki pagi itu dengan badan yang panas. Nampaknya, manusia mulia pilihan Allah itu terserang demam.
Aisyah, isteri Rasulullah juga sedang sakit kepala, “Aduhai kepalaku," gumam Aisyah. Rasulullah menyahut, "Justeru kepalaku, wahai Aisyah." Kemudian Rasulullah menambahkan, "Wahai Aisyah, tak usah risau bila engkau meninggal lebih dulu. Bukannya ada aku yang akan mengurusi, mengkafani, menyolatkan dan menguburkan engkau?” Aisyah menimpali, “Tapi setelah selesai, engkau akan pulang ke rumahku untuk bermalam bersama istri engkau yang lain.” Rasulullah tersenyum mendengar jawaban isterinya.
baca selengkapnya..