“Aku menjumpai jaman di mana Islam kembali menjadi asing sebagaimana permulaannya dulu,” ungkap Ahmad bin Ashim Al-Anthoki. Lebih lanjut beliau mengatakan, "Menjelaskan kebenaran menjadi asing. Jika aku menemui seorang alim, aku dapati dia terfitnah oleh dunia, cinta popularitas dan kedudukan. Dan jika aku menemui seorang ahli ibadah, aku dapati dia bodoh dipermainkan oleh iblis. Dia merasa telah mencapai tingkat ibadah tertinggi, padahal dia tidak paham ibadah yang terendah sekali pun, maka bagaimana dia sampai pada tingkat ibadah yang tinggi. Sedangkan sisanya adalah manusia rusak sesat, serigala-serigala koruptor, binatang buas pemangsa dan musang yang berlarian."

Itulah suasana hidup yang dirasakan oleh Ahmad bin Ashim sebelas abad lalu. Padahal masa itu masih sangat dekat dengan masa orang-orang baik. Ternyata, umat telah berada di antara ulama yang teracuni dunia dan ahli ibadah yang beribadah tanpa dilandasi ilmu. Sementara sisanya hidup tak beraturan bagai binatang. Saling memangsa, saling menjerat, saling menyesatkan. baca selengkapnya..