Memulai perbuatan baik, membiasakan diri beramal shalih, awalnya selalu berat. Sama seperti memutar sebuah roda, yang pasti memerlukan tenaga lebih besar saat putaran pertama. Tapi untuk putaran kedua, ketiga, dan seterusnya, tenaga yang diperlukan akan lebih sedikit. Dan akhirnya putaran roda itu bisa berjalan, bahkan tanpa memerlukan tenaga untuk memutarnya.
Bagaimana beratnya memulai bangun malam? Bagaimana beratnya memulai puasa sunnah? Atau bagaimana beratnya memulai melakukan shalat sunnah sebelum atau sesudah sholat fardhu? Bagaimana beratnya mengangkat kaki untuk melakukan sholat di awal waktu berjamaah di masjid? Bagaimana beratnya memulai membaca ayat-ayat Al Quran? Tapi yakinlah, semua itu selalu hanya akan terasa berat pada saat kita baru memulainya. Jika sudah dimulai, kondisinya bahkan bisa berbalik, justru kita akan sulit meninggalkan kebiasaan-kebiasaan baik tadi. Tidak heran bila Umar bin Khattab ra pernah mengatakan, “Saat hati seseorang bersih, maka ia tidak akan merasa puas membaca Al Quran.” Begitulah, jika sudah menjadi rutin, maka perasaan tidak puas seperti yang dikatakan Umar bin Khattab tadi, berarti orang itulah yang justeru merasakan tidak nyaman ketika meninggalkan amal-amal ibadah yang biasa dilakukannya. Seperti ada sesuatu yang hilang. Maha Suci Allah…
baca selengkapnya..