Ketika Rasulullah kehilangan putranya yang bernama Ibrahim, beliau menangis. Memang kehilangan seringkali meninggalkan rasa pedih dalam hati. Kehilangan acapkali menggumpalkan mendung kesedihan di ufuk hati dan kemudian butiran-butiran air mata berlinang di pipi.
Tetapi, ternyata tidak setiap kehilangan selalu menghadirkan kesedihan dan kepedihan. Tidak setiap kepergian harus ditangisi dan mengoyak rajutan kebahagiaan dalam hati. Bahkan ada sesuatu yang bukan saja tidak usah ditangisi jika ia pergi, namun memang harus pergi dari hidup kita. Harus hilang dan tidak pernah kembali lagi.
Kemaksiatan. Dosa. Itulah sesuatu yang memang harus pergi dan kita usir dari hidup kita. Agar tidak kembali lagi untuk selamanya. Ucapkan selamat tinggal dan perpisahan abadi terhadap dosa. Cerminan dari do’a yang sering dibaca Nabi dalam do’a iftifah sholat, “Ya Allah jauhkanlah antara aku dan antara dosa-dosaku sebagaimana Engkau jauhkan antara timur dan barat. Ya Allah sucikanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana disucikannya pakaian putih dari kotoran. Ya Allah cucilah aku dari dosa-dosaku dengan air, salju dan embun."
baca selengkapnya..