UncategorizedJanuary 31, 2007 2:51 pm

Ketika Rasulullah kehilangan putranya yang bernama Ibrahim, beliau menangis. Memang kehilangan seringkali meninggalkan rasa pedih dalam hati. Kehilangan acapkali menggumpalkan mendung kesedihan di ufuk hati dan kemudian butiran-butiran air mata berlinang di pipi.

Tetapi, ternyata tidak setiap kehilangan selalu menghadirkan kesedihan dan kepedihan. Tidak setiap kepergian harus ditangisi dan mengoyak rajutan kebahagiaan dalam hati. Bahkan ada sesuatu yang bukan saja tidak usah ditangisi jika ia pergi, namun memang harus pergi dari hidup kita. Harus hilang dan tidak pernah kembali lagi.

Kemaksiatan. Dosa. Itulah sesuatu yang memang harus pergi dan kita usir dari hidup kita. Agar tidak kembali lagi untuk selamanya. Ucapkan selamat tinggal dan perpisahan abadi terhadap dosa. Cerminan dari do’a yang sering dibaca Nabi dalam do’a iftifah sholat, “Ya Allah jauhkanlah antara aku dan antara dosa-dosaku sebagaimana Engkau jauhkan antara timur dan barat. Ya Allah sucikanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana disucikannya pakaian putih dari kotoran. Ya Allah cucilah aku dari dosa-dosaku dengan air, salju dan embun."

baca selengkapnya..

UncategorizedJanuary 30, 2007 11:20 pm

Apa-apa yang hilang dari diri kita, kadang terjadi karena tindakan kita. Sebagian yang lain mungkin bukan. Maka, menengok apa yang hilang dari kita sangatlah penting. Tetapi lebih penting lagi mengerti bagaimana kehilangan itu terjadi, lalu dengan pengertian itu pula kita mengetahui apa pengaruhnya bagi jati diri kita.

Banyak yang harus kita cermati, apa saja yang mungkin hilang dari diri kita. Tetapi hal-hal berikut, barangkali layak diperhatikan, sekadar sebagai sudut pandang yang mungkin bisa memetakan, di mana dan hendak kemanakah kita melangkah, di tengah persimpangan jalan-jalan yang telah melenyapkan dan menghilangkan banyak hal, dari banyak orang.

1. Kehilangan Gairah dan Semangat penghambaan
Ini mungkin sangat klasik. Tapi, mari sejenak berbicara tentang iman. Sebuah kendaraan yang dengannya kita berharap bisa sampai ke tujuan hidup yang sesungguhnya. Tujuan akhir dari penciptaan diri kita: menghamba kepada Allah. Lalu mengharap ridha-Nya, memohon surga-Nya, dan meminta dijauhkan dari neraka-Nya.

baca selengkapnya..

UncategorizedJanuary 29, 2007 5:41 pm

Mari lewati lorong waktu, menyusuri jalan-jalan dunia yang penuh tipu daya, dengan kebersamaan. Tapaki perguliran pagi, siang, petang dan malam, yang penuh liku, dengan persahabatan dalam keimanan. Di dunia ini, kita harus saling berpegangan tangan. Harus. Kita tak mungkin selamat mengarungi bahtera kehidupan yang sangat luas dengan ancaman badai fitnah ini, seorang diri. Kita tak dapat lolos dari ancaman fitnahnya dengan hanya mengandalkan kemampuan sendiri. Karena, kita diciptakan sebagai makhluk yang penuh kelemahan dan mudah terpedaya. “Dan diciptakan manusia itu dalam keadaan lemah.” (Qs. An Nisa:28)

Saudaraku,
Kebersamaan dan pertemanan di jalan Allah lah yang aakan mengantarkan kita menyelesaikan hidup dengan kebaikan. Persaudaraan, kebersamaan dan persahabatan di jalan Allah lah yang juga akan mengiringi kita pada kebahagiaan akhirat. Allah SWT memberitakan bahwa hanya pertemanan atas dasar iman dan takwalah yang abadi. “Teman-teman akrab pada hari itu (hari kiamat) sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa." (Qs. Az Zukhruf: 67). Ibnu Katsir mengatakan, “Seluruh pertemanan dan persahabatan yang tidak karena Allah pada hari kiamat akan berubah menjadi permusuhan." Begitu juga pesan Rasul SAW dalam haditsnya, yang menyebutkan bahwa kita akan dibangkitkan di hari kiamat bersama orang yang kita cintai.

baca selengkapnya..

UncategorizedJanuary 28, 2007 3:43 pm

Alangkah uniknya hidup ini. Setiap peristiwa baru adalah stasiun kenangan. Tempat setiap orang memutar kembali ingatan masa lalunya, baik atau buruknya, biasa atau istimewanya. Tempat kita menyimpan catatan tentang apa yang datang dan hilang dari kita, hari kemarin. Setiap peristiwa adalah sumbu-sumbu bagi kantong-kantong kenangan itu. Tempat kita menyalakan ingatan, dengan segenap emosi kita, tentang apa yang singgah dan pergi dalam hidup, selama ini.

Maka setiap kali ingatan yang dulu terekam berputar kembali, berjuta rasa bisa saja berkecamuk dalam jiwa kita. Sedih, luka, bahagia, atau bahkan rasa kehilangan yang sangat mendalam. Kenyataan ini menjelaskan salah satu prinsip penting, bahwa gari-garis hidup temyata tidak datar. Tiba-tiba saja seseorang telah meninggi jauh, meninggalkan posisinya kemarin pagi. Tiba-tiba saja, seseorang berubah menjadi sosok yang lain dari kemarin-kemarin.

baca selengkapnya..

UncategorizedJanuary 27, 2007 10:38 pm

Tajarrud (Memfokuskan diri)

“Sesungguhnya shalat, ibadah, hidup, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tak ada sekutu bagi Nya dan begitulah aku (Muhammad) diperintah. Aku adalah orang muslim pertama." (Al-An’aam: 162-163)

Manusia ada dua jenis. Pertama, orang yang melakukan dan mengucapkan kebenaran dengan mengharap pahala (upah) secepatnya dan balasan seketika. Baik itu harta yang terkumpul, pujian yang diberikan, pangkat yang diterima, ataupun julukan yang disandangnya. 

"Dijadikan perhiasan bagi manusia kecintaan kepada keinginan-keinginan, yang terdiri dari wanita, anak-anak, harta banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia. Di sisi Allahlah tempat kembali yang baik." (Ali Imran: 14)

baca selengkapnya..

UncategorizedJanuary 23, 2007 3:24 pm

Saudaraku,
Indah sekali ungkapan Rasulullah SAW menggambarkan keagungan kedua orang tua. Dalam sebuah haditsnya, Rasul mengatakan, “Orang tua itu adalah sebaik-baik pintu surga, seandainya kamu mau, jagalah pintu itu dan jangan kau sia-siakan.” (HR. Turmudzi).

Surga. Sebuah tempat yang disediakan oleh Allah SWT untuk membalas amal ibadah dan berbagai kebaikan seorang hamba selama menjalani hidup di dunia. Sebuah tempat yang kenikmatannya tak pernah bisa hadir dalam pikiran manusia. Dan pintunya, digambarkan oleh Rasulullah SAW dalam hadits itu, adalah orang tua. “Jagalah pintu itu dan jangan kau sia-siakan." 

baca selengkapnya..

UncategorizedJanuary 22, 2007 10:49 pm

Ada cerita, tentang seekor anak gajah yang kakinya diikat dengan rantai besi pada sebuah pohon besar. Awalnya, ia berusaha melepaskan diri berulang kali, tapi gagal. Ia pun akhirnya ‘sadar’ bahwa usahanya itu sia-sia belaka. Setelah cukup lama, lilitan pada pohon itu dilepaskan, meski rantainya tetap menempel di kaki sang gajah. Apa yang terjadi? Ternyata anak gajah itu tetap ditempatnya. Ia terpenjara oleh pengalaman masa lalunya – semacam trauma psikologis – . Ia dibelenggu oleh ‘kegagalannya’.

Manusia tentu bukan gajah. Namun, bila pengalaman negatif, kegagalan atau kekeliruan di masa lalu membelenggu hidup seseorang, maka nasibnya bisa saja ‘menyerupai’ nasib gajah tersebut. Seseorang yang tetap merasa masih terbelenggu oleh banyak trauma masa lalu, pasti tidak dapat bergerak maju ke arah yang diinginkan.

baca selengkapnya..

Uncategorized 2:56 am

Hari itu Umar bin Khattab menangis. Terbayang lekat di pelupuk matanya, kisah masa lalunya sebelum Islam. Sebuah rentetan episode jahiliyah yang pahit dan sulit terlupakan. Air matanya mengalir deras saat teringat anak perempuannya yang ia kubur hidup-hidup. Suara anak itu serasa masih memanggilnya, sayup-sayup, meminta belas kasihnya.

Peristiwa itu benar-benar menggoreskan pilu yang sulit dihapus. Sesaat sebelum terbenam di bawah tanah, anak itu masih bermain riang mengiringi ayahnya yang menggali tanah dengan susah payah. Bahkan, setiap kali debu dan pasir galian mengotori janggut sang ayah, anaknyalah yang dengan penuh kasih membersihkan debu-debu itu. Ia tak sedikitpun mengerti, bahwa gillian itu dibuat untuk dirinya. Segalanya berlalu begitu cepat, dan Umar pun mencatat peristiwa itu sebagai bagian dari sejarah hidupnya di masa jahiliyah.

Waktu terus bergulir. Enam tahun sesudah Rasulullah diangkat menjadi Rasul, benih keimanan tersemai di dalam hati Umar bin Khattab. Sejak itu ia menjadi salah satu pembela Islam yang paling tegas. Bahkan ia yang mengusulkan dimulainya era perjuangan secara terang-terangan. Bersama Hamzah dan Umar, kaum muslimin keluar ‘unjuk kekuatan’ di hadapan orang-orang Quraisy. Umar pun telah mengukir sejarah barunya. Bahkan di masa selanjutnya, ia menjadi sahabat agung, menjadi khalifah kedua, dan termasuk sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga.

baca selengkapnya..

UncategorizedJanuary 21, 2007 3:19 am

“Tafakkur satu jam, lebih baik dari ibadah satu tahun.” Sepintas, ungkapan Imam Syafi’i itu berlebihan. Bagaimana mungkin sebuah amal yang dilakukan dalam rentang 1 jam, bisa lebih baik dari ibadah selama satu tahun?

Ungkapan Imam Syafi’i itu tentu tidak disampaikan dalam konteks perbandingan yang saling menafikan antara yang satu dengan yang lain. Imam Syafi’i tidak mengajak agar orang melakukan tafakkur satu jam, lalu tak perlu beribadah selama satu tahun. Sama sekali tidak. Ia hanya ingin menekankan pentingnya merenung, menghisab diri, mengevaluasi amal yang telah lalu, menekuri hidup dan seterusnya. Sikap ini sangat penting dan bahkan menjadi syarat seseorang untuk mampu memiliki kualitas ibadah yang lebih baik.

Ada beberapa langkah praktis yang bisa kita lakukan agar kita terbiasa mengambil pelajaran dari masa lalu, baik dari apa yang telah dilakukan diri sendiri, maupun orang lain.

baca selengkapnya..

UncategorizedJanuary 20, 2007 12:37 am

Mari kita mulai hari ini dengan ungkapan syukur. Setiap hari anugerah dan nikmat-Nya selalu turun kepada kita, meski pada hari kemarin dan bahkan pada hari ini pun kemaksiatan dan dosa selalu kita lakukan. Setiap jam, perlindungan dan pemeliharaan-Nya terus menerus mengayomi kita, padahal pada jam yang lalu dan mungkin pada jam ini, kita masih menentang-Nya dengan dosa-dosa dan keburukan-keburukan kita. Allah telah membawa kita pada hari ini, Allah memberi kesempatan pada kita untuk menghapus dosa dan beramal shalih.

Saudaraku,

Mari ucapkan istighfar.. Mohon ampun atas segala kesalahan. Syukur atas ampunan dan semua karunia-Nya yang tak pernah berhenti. Ada sebuah hadits yang patut kita renungkan di waktu pagi. Rasulullah SAW pernah mengatakan, bahwa setiap masuk waktu pagi, dua malaikat mengajukan permohonan mereka kepada Allah SWT. Malaikat pertama berdoa. "Ya Allah berikanlah ganti bagi orang yang menginfakkan hartanya." Yang kedua, berdoa: “Ya Allah miskinkanlah orang yang pelit terhadap hartanya." Renungkan butir-butir do’a yang diucapkan para malaikat yang suci itu.

baca selengkapnya..

«« Older Items •