UncategorizedDecember 20, 2006 10:08 am

Kita masih manusia. Dengan segala keterbatasannya. Saat sholat malam menjadi tidak nyaman dengan rasa kantuk yang menyerang, kita pun harus memberikan hak mata kita. Zuhud itu bagus, tetapi badan kita punya hak yang harus dipenuhi. Rajin ibadah merupakan prestasi, tetapi mata ini pada saatnya meminta jatah istirahatnya.

Jika mengantuk, sholat malam dan aktifitas do’a serta tilawah harus dihentikan. Berbaringlah atau minimal pejamkan mata untuk sesaat tubuh kita mengambil jatahnya. Jangan dipaksakan, Pemaksaan tidak akan mendatangkan kebaikan. Karena kita akhirnya ter-kantuk-kantuk dalam sholat, do’a dan tilawah malam. Tidak ada kekhusukan. Munajat kita hanya menjadi beban.

Rasulullah telah mengajarkan kepada kita, "Jika salah seorang di antara kalian mengantuk dalam sholatnya, maka hendaklah dihentikan dan tidur hingga hilang rasa kantuknya. Karena jika dia teruskan sholat dalam keadaan mengantuk bisa jadi niat untuk meminta ampun berubah menjadi mencela dirinya sendiri.” (HR. Nasai, Abu Dawud dan Ahmad).

Lidah kita bisa terlipat. Ucapan permohonan ampun bisa berubah meminta kecelakaan. Hanya karena kita mengantuk. Tidak sadar apa yang terucap. Tidak terkontrol apa yang dibaca. Membaca ayat bisa lompat dari satu ayat ke ayat lainnya. Bisa menjadi tidak yakin sudah berapa kali sujud yang dilakukan, Akhirnya benar-benar kantuk hanya membuat ibadah kita tidak nyaman. Istirahat sudah saatnya.

baca selengkapnya..

UncategorizedDecember 19, 2006 10:14 pm

Bertemu Allah, di ujung malam, tentu dan pasti, memberi makna spritual. Bahkan inilah utamanya, pada pengertian penghambaan, ia memberi penekanan makna yang lebih mendalam. Pengharapan itu bahkan, melayang jauh, nun jauh di sana, pada hamparan surga Allah yang dijanjikan untuk hamba-hamba-Nya yang beriman. “Sesungguhnya, di surga itu ada kamar yang sisi luarnya terlihat dari dalam dan sisi dalamnya terlihat dari luar. Disediakan untuk mereka yang memberi makan orang-orang yang perlu makan, menyebarkan salam, serta mendirikan shalat pada saat manusia terlelap dalam tidur malam." (HR, Ibnu Hibban, dalam shahihnya). Al-Qur’an bahkan dengan jelas menyebutkan, "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa   berada di taman-taman (surga) dan di mata air-mata air….. Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam." (QS.Adz-Dzariyat: 15-17).

Dari ujung malam itulah benih-benih pengharapan ditanam, disemai, dan ditumbuh suburkan. Selain tentu saja, pengharapan akan ampunan, maaf dan penjagaan dari dosa. “Hendaklah kalian mendirikan qiyamul lail. Sebab itu adalah jalan orang-orang shalih sebelum kalian, sarana bertaqarrub kepada Tuhan kalian, penghapus kesalahan, dan pelindung dari tindakan dosa."

baca selengkapnya..

PotretDecember 18, 2006 9:49 pm

Dunia malam bagai pisau bermata dua. Dunia yang satu ini memiliki kekuatan dan beribu misteri. Pertarungan kebaikan dan kesesatan, haq dan bathil sepanjang siang hari sangatlah dahsyat. Pertarungan yang membutuhkan energi yang tidak sedikit. Masing-masing pembela kebenaran dan kesesatan menumpahkan segala daya kemampuan yang dimilikinya.

Ternyata malam lah yang menjadi pusat penghasil energi dan pengumpulnya. Kedua kekuatan yang bertolak belakang hingga hari akhir itu, masing-masing menggunakan jeda malam untuk mengumpulkan tenaga. Untuk bertarung meraih pendukung di esok hari.

Tentu kita ingin meniru dunia malam orang-orang sholeh. Karena kita ingin sholeh dan baik seperti mereka. Kita ingin merenda malam kita yang banyak terkoyak oleh aktifitas yang tidak berguna atau bahkan membahayakan. Padahal malam adalah ghonimah cuma-cuma yang disediakan untuk kita. Kita ingin merasakan hakekat kenikmatan dunia yang maya ini sebagaimana mereka telah merasakan kenikmatan itu.

Tetapi tidak mudah. Sudah sekian lama malam kita datang dan kemudian berlalu. Datang menawarkan intan dan mutiara, tidak lama kemudian pergi dengan kecewa karena kita tidak peduli. Inilah bagian dari resep mereka yang telah berhasil menghiasi malam-malam yang indah itu. Agar ringan mata ini terjaga, kaki ini berdiri sholat, dan kepala ini sujud dihadapan keagungan-Nya.

baca selengkapnya..

UncategorizedDecember 15, 2006 10:27 pm

Saudaraku yang kucintai,
Ingin sekali rasanya kebersamaan ini tak pernah berakhir. Ingin sekali rasanya iringan langkah kita tak pernah putus. Terus bersama dan beriring… Kita bahkan selalu berharap agar Allah berkenan memasukkan kita ke dalam surga-Nya, bersama pula. Saudaraku, begitulah ungkapan hati yang muncul kala kita menjalin pertemanan, persaudaraan, persahabatan, karena Allah swt. Kita telah mengawalinya dengan keimanan. Dan keimanan itu harusnya tetap memelihara kita sampai kehidupan abadi di akhirat….

Saudaraku..,
Semoga kita termasuk orang yang sungguh-sungguh bekerja untuk akhirat. Mungkin kita sudah terlalu hafal, dengan perkataan bahwa kehidupan ini merupakan ladang bagi akhirat. Sudah terlalu sering kita mendengar bahwa hidup ini tak lain merupakan tempat ujian. Tempat menanam, tempat menyernai, tempat bekerja dan berjuang. Ia hanya persinggahan, sama sekali bukan akhir perjalanan.Atau, dalam ungkapan Dr. Abdullah Azzam, tokoh jihad legendaris yang syahid di Afghanistan: "Hidup ini jihad, umat ini tidak akan hidup kecuali dengan jihad…"

Saudaraku..,
Jangan putuskan bait-bait do’a kepada Allah agar tetap mengikat hati kita. Sepanjang kebersamaan ini, mungkin sudah banyak amal yang kita lakukan. Di antara kita, banyak yang sudah mengalami letih, lelah, meneteskan peluh dan bahkan terluka, untuk sebuah kebaikan. Di antara kita juga, tak sedikit yang berlinang air mata untuk sebuah keyakinan. Mungkin kita merasa, telah mengukir dan menghiasi amal kita sebaik-baiknya untuk Allah swt. Ikhlas, bersih, tak ada tendensi, Tapi saudaraku, hati-hatilah …. “Berapa banyak lentera yang rnati tertiup angin, Berapa banyak amal ibadah yang dirusak oleh pelakunya sendiri…” begitu nasehat Muhammad Ahmad Rasyid, dalam Al-Awa‘iq.

baca selengkapnya..

UncategorizedDecember 14, 2006 10:55 pm

Allah ta’ala turun ke langit dunia ketika sepertiga malam yang pertama telah berlalu. Dia berkata, “Akulah raja, Akulah raja, siapa yang berdo’a kepada-Ku Aku kabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku, Aku beri, siapa yang meminta ampun, Aku ampuni. Dia terus berkata demikian sampai sinar fajar merekah. (HR. Muslim)
——-

Seperti gelapnya yang pekat, malam menyimpan begitu banyak rahasia, Tidak saja pada taburan bintangnya yang abadi. Tempat sebagian orang menggantung pandangan lepasnya, untuk memandu diri mencari arah, di darat dan di lautan. Bukan hanya pada bulannya yang bulat, saat anak-anak menunda tidur. Bertepuk riuh di lorong rumah petak yang kumuh.

Siang hari, memang, memberi kita begitu banyak penghidupan (living), Tapi, sejujurnya, malam lah yang memberi kita kehidupan (life). Sejumput nasi, seteguk air, selembar ribuan, juga prestise dan cita rasa apa saja, adalah perburuan kemanusiaan kita di siang hari. Dengan itu kita mendapat penghidupan – meski sebagiannya kadang kita buru dengan cara yang sangat kotor.

baca selengkapnya..

UncategorizedDecember 13, 2006 11:09 pm

“Ajruki ‘ala qadri nashabiki.”(ganjaranmu tergantung kadar lelahmu) HR. Muslim dari Aisyah. RA. 

Kemauan Berkurban dan Sikap Jujur

Kemauan yang jujur akan mewujud dalam aplikasi yang berani menantang bahaya dan segala hambatan, seperti akar yang sehat menembus tanah yang keras dan bebatuan. Ketika kaum beriman dihadang berulang kali, yang muncul adalah keberanian dan kelezatan merespon tantangan. Bila dua kali mereka berhasil dengan gemilang memukul mundur serangan kuffar Quraisy di Badar dan Uhud dalam rentang waktu yang amat singkat dan ternyata masih disusul dengan serangan sekutu yang secara kuantitatif tak seimbang (gabungan Yahudi, Quraisy, Ghathafan dan Munafiqun), mungkin kekuatan lain sudah shock. Tetapi alih-alih dari itu semua, mereka serentak mengungkapkan sikap yang sama dan pada Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya dan benarlah Allah dan Rasul-Nya (Qs. Al-Ahzab: 22).

Tidak seperti hewan yang digemukkan dengan memberi makanan, ternyata iman dan amal shalih digemukkan dengan pengurbanan. Semakin sedikit tubuh mendapatkan respon bagi kenikmatan syahwatnya maka semakin besar ruh berkurban. Manusia semacam Bal’am adalah sejenis makhluk yang tak henti-hentinya mengikuti tarikan gravitasi syahwat dan mulutnya selalu berliur oleh selera dunia. Berapapun ia diberi, tetaplah ia menjulur, bagaikan anjing (Qs. Al-Araf: 175). Ia akan rela mengurbankan kehormatannya sebagai orang berilmu demi dunia yang tak pernah memuaskan dahaga. Pasanglah jam dan perhiasan mahal di tangan seharga 1 miliar, lalu lemparkan sepotong tulang dengan sedikit saja daging dan lihatlah apakah anjing itu tetap tertegun melihat kilauan perhiasan yang sangat mahal ataukah akan berlari mengejar tulang? Ah, jangankan perbandingan miliar dengan tulang betulan, bayang-bayang tulang yang dilihatnya dipermukaan telaga membuatnya terjerumus oleh bayang-bayang tulang di mulut anjing lain yang tak lebih dari bayang-bayang dirinya. 

baca selengkapnya..

Uncategorized 8:42 pm

Kami sadari jalan ini kan penuh onak dan duri
Aral menghadang dan kezhaliman yang akan kami hadapi
Kami relakan jua serahkan dengan tekad di hati
Jasad ini, darah ini sepenuh ridho Illahi

Kami adalah panah-panah terbujur
Yang siap dilepaskan dari busur
Tuju sasaran, siapapun pemanahnya

Kami adalah pedang-pedang terhunus
Yang siap terayun menebas musuh
Tiada peduli siapapun pemegangnya
Asalkan ikhlas di hati tuk hanya ridho Illahi Robbi…

Kami adalah tombak-tombak berjajar
Yang siap di lontarkan dan menghujam
Menembus dada, lantakkan keangkuhan

Kami adalah butir-butir peluru
Yang siap ditembakkan dan melaju
Dan mengoyak, menumbang kezhaliman
Asalkan ikhlas di hati tuk jumpa wajah Illahi Rabbi…

Kami adalah mata pena yang tajam
Yang siap menuliskan kebenaran
Tanpa ragu ungkapkan keadilan

Kami pisau belati yang slalu tajam
Bak kesabaran yang tak pernah padam
Tuk arungi da’wah ini jalan panjang
Asalkan ikhlas di hati menuju jannah Illahi Robbi…

TarbiyahDecember 12, 2006 9:14 pm

Suatu hari, di hadapan panglima Rustum. Para penasehat Panglima Rustum telah membuat gapura pendek. Tujuannya jelas, agar panglima Muslim, Ribi bin Amir terpaksa menghadap kepada Rustum dengan cara membungkuk. Ini cara lain untuk membuat kehinaan. Namun, apa yang membuat Ribi bin Amir tidak langsung saja maju ke hadapan Panglima Rustum dengan membungkukkan kepala? Hanya dalam hitungan detik, Ribi memutar tubuhnya dan membungkuk. Akibatnya sangat fatal bagi sang Rustum. Ribi bin Amir telah datang dengan benar-benar membungkuk, namun mendahulukan belakang tubuhnya.  

Sebagai kisah mungkin hal ini masih dapat diperdebatkan, namun ribuan fakta masa kini dan masa lalu serta masa depan, insya Allah, menunjukkan bahwa hal semacam itu bukan barang langka di dunia kita. Inilah kasus tuan makan senjata. Jangan coba-coba memberi hina kepada pemilik izzah, karena Ia akan balik mengembalikan hina kepada penghinanya, tanpa delik hukum. Yang lahir dalam badai tak takutkan raungan angin. Yang selalu menggenggam api jangan ancam dengan percikan air. Tanpa izzah imaniyah, sukar membayangkan seorang Sayid Quthub menggoreskan bait-bait tegar yang kerap dilantunkan anak-anak muda di hampir seluruh dunia:

baca selengkapnya..

UncategorizedDecember 9, 2006 2:32 pm

Peringatan itu benar-benar terjadi. Kini. Tentang generasi belakangan yang jelek dan menyia-nyiakan sholat. Padahal dahulu para Nabi dan Rasul telah mengajarkan kepada keluarga mereka, umat mereka, betapa mereka harus mendirikan sholat.

“Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang Rasul dan nabi. Dan ia menyuruh ahlinya untuk sholat dan menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi Tuhannya. Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka, kisah) Idris (yang tersebut) di dalam Al Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi. Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi. Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah yang Maha Pemurah kepada mereka, Maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis. Maka (setelah itu) datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, Maka mereka kelak akan menemui kesesatan." (Qs. Maryam: 54 - 58).

baca selengkapnya..

Uncategorized 5:39 am

Risalah ini mengulas tentang beberapa amalan yang mudah dilaksanakan dan akan mendapatkan ganjaran pahala yang sangat besar dengan karunia dari Allah. Amalan-amalan ini banyak dilalaikan dan diremehkan oleh sebagian besar manusia, padahal di dalamnya terdapat banyak pahala.

1. Memperbanyak sholat di al-Haramain asy-Syarifain (Masjid Haram dan Masjid Nabawi). Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ra. Rasulullah saw. bersabda: Shalat di masjidku ini lebih afdhal dari 1000 sholat di masjid lainnya kecuali masjid Haram, dan sholat di masjid Haram lebih afdhal dari 100.000 sholat di masjid lainnya. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah). Dan sholat seorang wanita di rumahnya lebih baik daripada sholat di masjid Haram dan masjid Nabawi.

2. Sholat di masjid Quba`. Rasulullah saw. bersabda: Barangsiapa yang keluar hingga sampai ke masjid ini, masjid Quba`, lalu sholat di dalamnya, maka baginya pahala yang sama dengan (pahala) umroh. (HR. Ahmad, Tirmidzi, Nasai dan Ibnu Majah).

baca selengkapnya..

«« Older Items •  Newer Items »»