Kita masih manusia. Dengan segala keterbatasannya. Saat sholat malam menjadi tidak nyaman dengan rasa kantuk yang menyerang, kita pun harus memberikan hak mata kita. Zuhud itu bagus, tetapi badan kita punya hak yang harus dipenuhi. Rajin ibadah merupakan prestasi, tetapi mata ini pada saatnya meminta jatah istirahatnya.

Jika mengantuk, sholat malam dan aktifitas do’a serta tilawah harus dihentikan. Berbaringlah atau minimal pejamkan mata untuk sesaat tubuh kita mengambil jatahnya. Jangan dipaksakan, Pemaksaan tidak akan mendatangkan kebaikan. Karena kita akhirnya ter-kantuk-kantuk dalam sholat, do’a dan tilawah malam. Tidak ada kekhusukan. Munajat kita hanya menjadi beban.

Rasulullah telah mengajarkan kepada kita, "Jika salah seorang di antara kalian mengantuk dalam sholatnya, maka hendaklah dihentikan dan tidur hingga hilang rasa kantuknya. Karena jika dia teruskan sholat dalam keadaan mengantuk bisa jadi niat untuk meminta ampun berubah menjadi mencela dirinya sendiri.” (HR. Nasai, Abu Dawud dan Ahmad).

Lidah kita bisa terlipat. Ucapan permohonan ampun bisa berubah meminta kecelakaan. Hanya karena kita mengantuk. Tidak sadar apa yang terucap. Tidak terkontrol apa yang dibaca. Membaca ayat bisa lompat dari satu ayat ke ayat lainnya. Bisa menjadi tidak yakin sudah berapa kali sujud yang dilakukan, Akhirnya benar-benar kantuk hanya membuat ibadah kita tidak nyaman. Istirahat sudah saatnya.

baca selengkapnya..