Allah ta’ala turun ke langit dunia ketika sepertiga malam yang pertama telah berlalu. Dia berkata, “Akulah raja, Akulah raja, siapa yang berdo’a kepada-Ku Aku kabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku, Aku beri, siapa yang meminta ampun, Aku ampuni. Dia terus berkata demikian sampai sinar fajar merekah. (HR. Muslim)
——-
Seperti gelapnya yang pekat, malam menyimpan begitu banyak rahasia, Tidak saja pada taburan bintangnya yang abadi. Tempat sebagian orang menggantung pandangan lepasnya, untuk memandu diri mencari arah, di darat dan di lautan. Bukan hanya pada bulannya yang bulat, saat anak-anak menunda tidur. Bertepuk riuh di lorong rumah petak yang kumuh.
Siang hari, memang, memberi kita begitu banyak penghidupan (living), Tapi, sejujurnya, malam lah yang memberi kita kehidupan (life). Sejumput nasi, seteguk air, selembar ribuan, juga prestise dan cita rasa apa saja, adalah perburuan kemanusiaan kita di siang hari. Dengan itu kita mendapat penghidupan – meski sebagiannya kadang kita buru dengan cara yang sangat kotor.
baca selengkapnya..