UncategorizedDecember 13, 2006 11:09 pm

“Ajruki ‘ala qadri nashabiki.”(ganjaranmu tergantung kadar lelahmu) HR. Muslim dari Aisyah. RA. 

Kemauan Berkurban dan Sikap Jujur

Kemauan yang jujur akan mewujud dalam aplikasi yang berani menantang bahaya dan segala hambatan, seperti akar yang sehat menembus tanah yang keras dan bebatuan. Ketika kaum beriman dihadang berulang kali, yang muncul adalah keberanian dan kelezatan merespon tantangan. Bila dua kali mereka berhasil dengan gemilang memukul mundur serangan kuffar Quraisy di Badar dan Uhud dalam rentang waktu yang amat singkat dan ternyata masih disusul dengan serangan sekutu yang secara kuantitatif tak seimbang (gabungan Yahudi, Quraisy, Ghathafan dan Munafiqun), mungkin kekuatan lain sudah shock. Tetapi alih-alih dari itu semua, mereka serentak mengungkapkan sikap yang sama dan pada Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya dan benarlah Allah dan Rasul-Nya (Qs. Al-Ahzab: 22).

Tidak seperti hewan yang digemukkan dengan memberi makanan, ternyata iman dan amal shalih digemukkan dengan pengurbanan. Semakin sedikit tubuh mendapatkan respon bagi kenikmatan syahwatnya maka semakin besar ruh berkurban. Manusia semacam Bal’am adalah sejenis makhluk yang tak henti-hentinya mengikuti tarikan gravitasi syahwat dan mulutnya selalu berliur oleh selera dunia. Berapapun ia diberi, tetaplah ia menjulur, bagaikan anjing (Qs. Al-Araf: 175). Ia akan rela mengurbankan kehormatannya sebagai orang berilmu demi dunia yang tak pernah memuaskan dahaga. Pasanglah jam dan perhiasan mahal di tangan seharga 1 miliar, lalu lemparkan sepotong tulang dengan sedikit saja daging dan lihatlah apakah anjing itu tetap tertegun melihat kilauan perhiasan yang sangat mahal ataukah akan berlari mengejar tulang? Ah, jangankan perbandingan miliar dengan tulang betulan, bayang-bayang tulang yang dilihatnya dipermukaan telaga membuatnya terjerumus oleh bayang-bayang tulang di mulut anjing lain yang tak lebih dari bayang-bayang dirinya. 

baca selengkapnya..

Uncategorized 8:42 pm

Kami sadari jalan ini kan penuh onak dan duri
Aral menghadang dan kezhaliman yang akan kami hadapi
Kami relakan jua serahkan dengan tekad di hati
Jasad ini, darah ini sepenuh ridho Illahi

Kami adalah panah-panah terbujur
Yang siap dilepaskan dari busur
Tuju sasaran, siapapun pemanahnya

Kami adalah pedang-pedang terhunus
Yang siap terayun menebas musuh
Tiada peduli siapapun pemegangnya
Asalkan ikhlas di hati tuk hanya ridho Illahi Robbi…

Kami adalah tombak-tombak berjajar
Yang siap di lontarkan dan menghujam
Menembus dada, lantakkan keangkuhan

Kami adalah butir-butir peluru
Yang siap ditembakkan dan melaju
Dan mengoyak, menumbang kezhaliman
Asalkan ikhlas di hati tuk jumpa wajah Illahi Rabbi…

Kami adalah mata pena yang tajam
Yang siap menuliskan kebenaran
Tanpa ragu ungkapkan keadilan

Kami pisau belati yang slalu tajam
Bak kesabaran yang tak pernah padam
Tuk arungi da’wah ini jalan panjang
Asalkan ikhlas di hati menuju jannah Illahi Robbi…