Semua orang ingin bahagia. Cara orang mengejar kebahagiaan berbeda-beda. Akibatnya, berbeda pula kualitas kebahagiaannya. Ada yang semu dan ada yang sejati, Sisi luar dari kebahagiaan memang relatif. Tidak bisa disama-ratakan. Seperti soal selera makan, kesukaan akan warna, model, dan hal-hal fisik lainnya. Tetapi sisi dalam dari sebuah kebahagiaan berada pada ruang yang sama: kebahagiaan itu ada di hati. Pada sisi dalam inilah, tempat sebuah kebahagian diukur, apakah semu atau sejati. Dan bukan pada sisi luarnya. Memoles sisi luar sebuah kebahagiaan, dengan menyalahi dan melanggar suara hati, hanya akan menimbulkan kesenjangan, split personality, juga kebahagiaan yang sangat kabur. Dengan tulus mendengar kata hati, dengan tulus mengikuti nurani, banyak manfaat yang bisa kita peroleh,
baca selengkapnya..PotretDecember 4, 2006 5:14 pm
