Da’wah adalah upaya manusia untuk mengubah diri dan lingkungannya melalui berbagai sarana yang ada. Da’wah tidak mengandalkan kekuatan di luar upaya manusia sebagai dasar kerjanya. Hanya saja seseorang yang beriman meyakini bahwa ada kekuatan-kekuatan di luar kemanusiaannya yang mampu mempengaruhi kekuatan dirinya.
Pertolongan Allah SWT akan datang seiring dengan upaya-upaya manusiawi yang dilakukan oleh orang yang beriman, Oleh karena itu ketika hijrah, Rasulullah SAW meminta bantuan seorang pemandu jalan seraya mengharapkan kemudahan perjalanan dari Rabb-nya. Beliau melakukan perjalanan yang berputar dan berliku seraya mengharapkan Allah SWT menyesatkan pengejaran orang-orang kafir. Beliau bersembunyi di dalam goa sebelum Allah menutupinya dengan sarang laba laba, Ketika berperang, Muhammad SAW dan kaumnya mempersiapkan pedang dan perbekalan seraya mengharapkan bantuan malaikat dan hujan.
Sesuatu harus diupayakan atau dikerahkan oleh orang-orang beriman dalam perjuangan da’wahnya agar kemudahan-kemudahan’da’wah datang kepadanya! Pertolongan Allah SWT tidak boleh diartikan sebagai sebuah "keajaiban dari langit" yang datang dengan tiba tiba dan begitu saja, meskipun hal itu bisa saja terjadi menurut kehendak Allah swt jua. Tetapi pertolongan Allah swt harus diartikan sebagai respon-Nya terhadap upaya-upaya yang dilakukan oleh para hamba Nya, Firman Allah SWT: "Jika kamu menolong (agama) Allah niscaya Allah akan menolong kamu dan meneguhkan langkah langkah kamu." Qs(47:7)
baca selengkapnya..