PotretDecember 30, 2006 2:29 am

Di balik segala kemajuan, kesuksesan, dan kejayaan selalu tersimpan banyak rahasia. Salah satu rahasia itu adalah peran orang-orang yang tak henti bergerak, menyambung satu kerja dengan kerja lainnya. Banyak hal penting layak dicatat, sejauh mana dinamika dan gerak hidup membuahkan tonggak-tonggak kebesaran, dalam bermacam bidang, Berikut sebagiannya.

 

1. Bergerak akan melahirkan perubahan.

Titik pertama setiap kesuksesan dimulai dari perubahaan. Artinya seseorang harus mau berubah, dari “apa adanya menjadi ada apa-apanya”, Dan, titik awal perubahan itu ada pada kehendak dan kemauan untuk bergerak.

Siapa yang mengingkari peran gerakan jilbab anak-anak SMA pada era 1980-an. Betapa mereka telah menjadi tonggak penting perubahan. Tidak saja dalam bingkai moral dan keyakinan. Tapi juga bagi perubahan kebijakan penting di dunia pendidikan. Seperti dicatat oleh Alwi Alatas dan Fifrida Desliyanti, dalam buku mereka Revolusi Jilbab, bahwa di Jakarta berturut-turut mulai dari SMUN 30, SMUN 8, SMUN 31, dan SMUN 68 muncul tindakan yang sangat buruk terhadap para pemakai jilbab. Ada yang tidak boleh memasuki kelas, tidak boleh mengikuti ujian kenaikan kelas, diberikan nilai 2 dirapornya atau bahkan dikeluarkan dari sekolahnya. Salah satu catatan harian dari siswi berjilbab itu mengisahkan, bahwa ia sempat dituduh bahwa pakaian mereka “mewakili aliran tertentu." Namun ketika ditanya aliran apa yang dimaksud, sang guru itu pun diam tidak bisa menjawab.

baca selengkapnya..

UncategorizedDecember 28, 2006 11:41 pm

Ada rambu penting yang harus diperhatikan dalam bergerak dan beraktivitas. Karena tidak sedikit sebuah aktivitas yang sudah diawali dengan niat yang baik, akan rusak di tengah jalan. Banyak pilihan langkah yang dimulai dengan keinginan dan maksud yang mulia, namun nilai-nilai itu tercemar saat rencana tengah digulirkan. Mungkin kita pernah mendengar, sebuah kegiatan yang baik semisal peringatan hari besar nasional dan agama yang dilakukan untuk tujuan yang baik, tapi dinodai oleh aktivitas yang tidak baik. Sebuah gerak perintisan jaringan bisnis untuk memperkuat ekonomi umat, tapi terjerat oleh gurita permainan dunia yang justru melalaikan keakhiratan. Atau malah terjerat oleh lemahnya mental kita menghadapi uang. Sebuah langkah melibatkan diri dalam kancah politik untuk memberi sumbangsih positif bagi perbaikan masyarakat, tapi kemudian terbawa oleh arus permainan kotor di dunia politik, atau makin menipisnya sikap kritis. Dan sebagainya. baca selengkapnya..

Uncategorized 11:40 pm

Gerakan yang harus dipelihara adalah aktivitas yang meliputi seluruh aspek tubuh. Minimal ada tiga bentuk gerak yang harus diperhatikan:

1. Gerak Rasa.

Bisa juga disebut dengan gerak hati. Artinya adalah aktifitas kalbu yang dapat memberi kesegaran dan pencerahan batin. Bentuknya bisa melalui dzikrullah, membaca Al Qur‘an, wirid pagi dan sore, tafakkur dan berbagai aktivitas ibadah lainnya. Kemampuan seseorang mengolah gerak hati secara baik akan memberi pencerahan batin, yang bisa melahirkan kesenangan, ketenangan, stabilitas perasaan dalam menghadapi berbagai persoalan. Gerak hati ini yang dijalani oleh Rasulullah dan para sahabatnya hingga mereka mampu tegar menghadapi berbagai tantangan hidup dan perjuangan menegakkan Islam. Dalam kondisi genting, seperti saat berperang sekalipun, Islam memberikan peraturan sendiri agar para pejuang tetap melakukan shalat, yakni melalui sholat khauf. Ini bisa menjadi pertanda urgensi aktivitas gerak hati yang tak bisa digantikan dalam kondisi apapun.

baca selengkapnya..

UncategorizedDecember 26, 2006 11:23 pm

Hidup sebenarnya identik dengan gerak. Sama dengan kematian yang identik dengan diam. Karena itu bergerak, beraktifitas, melakukan berbagai eksperimen, berkreasi, berinovasi dan sebagainya merupakan keadaan yang mutlak dalam hidup. Tanpanya kehidupan bukan saja tanpa makna, tapi membawa bencana. Bagaimana menumbuhkan vitalitas gerak dalam hidup? Beberapa langkah berikut ini bisa dirujuk untuk mewujudkannya:

Pertama, renungi makna hidup kita masing-masing.

Hidup itu konstan bergerak dan dinamis. Ia bisa diibaratkan angin yang meliuk-liuk di bawah lembah, lalu menanjak ke atas bukit. Karenanya ada orang yang mengatakan, mencoba mengartikan hidup sama dengan mencoba mengartikan angin yang tak dapat dilihat mata pada satu titik perjalanan angin tersebut. Sulitnya memaknai hidup karena dinamika dan gerak yang berlangsung pada hidup itu sendiri. Dan setiap orang tentu akan berbeda-beda membuat makna hidupnya, sesuai dengan perjalanan dan arah hidup yang dia lalui. Tuntunan Allah SWT dalam Al Qur‘an dan petunjuk Rasulullah SAW mengajarkan hidup adalah ibadah, hidup adalah ladang amal, hidup adalah medan perjuangan. Tapi semua orang akan mempunyai lorong sendiri sendiri dalam hidupnya.

baca selengkapnya..

UncategorizedDecember 25, 2006 10:31 pm

Kesulitan pasti ada. Dalam hidup ini, kesulitan adalah bagian dari kehidupan yang tak terpisahkan. Allah telah menciptakan segala yang ada berpasangan. Ada malam ada siang. Ada tinggi ada rendah. Ada kemudahan ada kesulitan.

Karena kesulitan tak mungkin terelakkan, kita dituntut untuk mempersiapkan diri dalam menghadapinya. Tidak sedikit yang sukses keluar dari kesulitan yang terjadi. Tetapi juga tidak jarang yang jatuh terjerembab dalam kesulitan yang lebih rumit. Ini dampak dari dahsyatnya hantaman kesulitan membentur kita. Sementara kekuatan kita untuk bertahan tidak sekuat dahsyatnya kesulitan itu. Akhir-nya, jangankan untuk keluar dari kesulitan, bertahan pun sulit.

Tentu kita ingin selalu menjadi pemenang dari setiap pergumulan hidup. Maka kiranya tips berikut dapat membantu kita untuk bertahan dalam kesulitan. Serta rnenuntun kita keluar darinya sebagai orang yang bisa tersenyum karena mendapat kalung juara.

 

Pertama, Sandarkan Diri Ini Kepada Dzat Yang Maha Menyelesaikan

baca selengkapnya..

UncategorizedDecember 24, 2006 12:30 pm

Tidak ada orang yang menyukai tekanan. Semua kita akan selalu berusaha menghindari segala bentuk tekanan hidup. Tekanan mencabut kenyamanan hidup kita, dan dalam banyak hal, membatasi ruang gerak kita, serta menyulitkan proses kreativitas kita.

Tapi sejarah justru membuktikan, bahwa karya-karya kepahlawanan sebagian besar malah lahir di tengah tekanan-tekanan hidup yang berat dan kompleks. Sejarah tampaknya tidak ingin memberikan gelar kepahlawanan dengan mudah. Ia memaksa setiap orang membayar harga yang mahal untuk itu.

Kenyataan sejarah itu sebenarnya dapat dijelaskan. Tekanan-tekanan hidup, secara psikologis, sebenarnya justru berguna untuk merangsang munculnya potensi-potensi yang terpendam dalam diri seseorang, serta merangsang terjadinya proses kreativitas yang intensif. Hidup dalam situasi yang normal biasanya malah membuat orang jadi malas, kurang kreatif dan kurang produktif. Bukan situasi normal itu yang jadi masalah. Tapi manusia memang pada dasarnya membutuhkan stimulan yang kuat untuk bergerak. Dan tekanan hidup merupakan salah satu stimulan itu.

baca selengkapnya..

UncategorizedDecember 23, 2006 10:33 pm

Di bukit Uhud yang memerah, pertempuran besar baru saja usai. Orang-orang mulai beranjak. Perlahan. Dalam sisa-sisa tenaga yang berserakan. Darah pekat bergumul dengan debu. Ada banyak perih memagut tulang dan daging yang koyak. Mayat-mayat bergelimpangan. Rasulullah terluka. Orang-orang besar gugur dalam puncak kehormatannya. Hamzah bin Abdul Muthalib, Anas bin Nadhar, Mus’ab bin Umair, dan puluhan sahabat lainnya menghadap Allah sebagai syuhada yang agung.

Rasulullah SAW menguburkan mayat-mayat itu. Dua-dua dalam satu kain. Lalu Rasulullah bertanya, "Siapakah yang paling banyak hafal Al-Qur’an?" Setelah diberitahukan mana dari mayat itu yang paling banyak hafal Al-Qur’an, Rasulullah SAW lantas memasukkannya terlebih dahulu ke liang lahat. Sesudah itu Rasulullah SAW bersabda, "Aku menjadi saksi bagi mereka pada hari kiamat.” Para syuhada itu dikuburkan berikut pakaian dan darah mereka. Apa adanya, tidak dimandikan dan dishalatkan.

Perang Uhud menorehkan berpuluh-puluh prinsip berharga bagi kehidupan. Tidak saja soal strategi perang, soal pengorbanan, ketabahan, harga sebuah kekhilafan, sunnah perputaran, dan siklus hidup. Tetapi dari Uhud kita bisa belajar tentang hal lain: bahwa hidup harus bergerak, Meski setiap gerak punya risiko yang beragam.

baca selengkapnya..

UncategorizedDecember 22, 2006 9:08 pm

Ternyata kita masih di sini. Di dunia ini. Hidup dan belum mati. Mungkin ada duka di antara kita. Yang sakit, yang dicoba, atau yang diuji dengan bencana. Tapi sesungguhnya, keseluruhan hidup kita adalah karunia. Di tubuh kita ada banyak tanda cinta-Nya. Mata, telinga, mulut, tangan, dan banyak lagi lainnya. Di sekeliling kita banyak perlambang kasih sayang-Nya. Ada anak-anak kita yang lucu. Bertingkah manis. Kadang menggemaskan, kadang menyita banyak perhatian dan kelelahan kita. Ada udara yang kita hirup cuma-cuma. Meski tak semuanya segar. Ada matahari yang bersinar terang. Ada hujan yang setia membasahi tanah-tanah kering dan bebatuan.

Alangkah luas kasih sayang Allah. Allah SWT mengingatkan kita, "Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesugguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS.An-Nahl ayat18).

Saudaraku,
Tetapi, lebih dari itu. Ada cinta dan kasih sayang yang sangat diperlukan manusia. Yaitu ampunan Allah atas hamba-hamba-Nya. Perhatikanlah dalam-dalam, bagaimana Rasulullah menggambarkan besarnya cinta dan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang bahkan telah melakukan kesalahan. Asalkan mereka mau bertaubat.

baca selengkapnya..

UncategorizedDecember 21, 2006 10:59 pm

Alangkah singkatnya waktu untuk mencapai tujuan bila jalan yang ditempuh lurus, kendaraannya handal dan pengendaranya bersabar. Alangkah panjangnya perjalanan yang singkat bila para penjelajah membuang-buang waktu, intervensi rute yang bukan hak mereka dan tak punya keteguhan hati.

Bila para ilmuwan menjelaskan, bahwa sel-sel darah putih dan sistim ketahanan tubuh itu bagian dari ayat-ayat Allah, publik tak perlu risau berapa jam pelajaran agama digelar di sekolah-sekolah. Demikian pula dengan kerja jantung, aliran darah, sistim syaraf, antariksa, alam bawah lautan, aroma dan rasa, hidup dan mati, semua ayat-ayat kauniyah-Nya.

Tetapi berapa guru, dosen dan ilmuwan yang mau membahasakan kuasa-Nya yang besar itu dalam konteks ilmiah? Seseorang bisa langsung disebut fatalis bila menisbahkan semua itu kepada-Nya, tak peduli apakah ia sangat berprestasi di bidangnya dan beradab dalam kehidupannya. Dan, sebaliknya tukang cap itu tak mampu memberi jawaban memuaskan tentang misteri alam yang tak mampu mereka ingkari ketertiban, kecermatan, keseimbangan gravitasi, harmoni dan keindahannya. Ataukah soal penguasaan kitab kuning yang menjadi jaminan? Soalnya bukan hafal berapa kitab kuning, menguasai berapa jenis mantera atau menghafal sungsang kitab Alfiah, seribu bait qaidah-qaidah bahasa Arab. Bukankah semua itu tidak otomatis membuat pemiliknya imun terhadap pelecehan perempuan atau arogansi terhadap hamba-hamba-Nya atau mulut lancang berfatwa: Darah si Fulan halal dan farj si Fulanah halal! Mereka telah kacaukan wilayah ilmiah dan wilayah hawa nafsu. 

baca selengkapnya..

Uncategorized 2:17 pm

Sejarah adalah karnaval panjang jiwa-jiwa. Peristiwa-peristiwa hanyalah batang tubuh sejarah. Kenangan kita tidak tersimpan dalam peristiwa. Tapi pada jiwa-jiwa yang bermain dalam ruang peristiwa itu. Pada ruh yang memaknai peristiwa-peristiwa itu.

Berapa tahunkah sudah kita menghuni bumi ini? Tapi berapakah potongan waktu yang melekat dalam kenangan kita? Berapakah luasnya ruang bumi ini? Tapi berapakah ruang yang menghuni ingatan kita? Berapakah banyaknya manusia yang memenuhi bumi ini? Tapi berapakah nama yang kita simpan dalam benak kita?

Tidak banyak. Waktu. Ruang. Manusia. Hanya sedikit dari itu semua yang menjadi kenangan. Dan yang kita kenang bukan waktunya. Bukan ruangnya. Bukan manusianya. Tapi jiwanya. Tapi ruhnya. Jiwa dan ruh dan bergerak dengan makna-makna, dalam ruang dan waktu, dengan sebuah nama.

baca selengkapnya..

«« Older Items •