Wafatnya Rasulullah menyisakan begitu banyal hal. Semuanya masih tertegun mengikuti kekosongan itu seakan tak percaya bahwa Sang Pembimbing telah tiada. Dari keterkejutan yang amat sangat, ketiadaan telah menjadi kenyataan yang tak bisa dicegah oleh siapapun. Umar bin Khattab yang kelihatan paling terpukul atas kejadian itu masih sempat berujar keras, “Siapa yang mengatakan bahwa Muhammad telah mati, aku tebas lehernya…" Namun waktu menyodorkan bukti bahawa Rasulullah adalah manusia biasa juga. Sudah saatnya ia menghadap Pencipta yang dikasihinya. Bahkan ketika Rasulullah menyatu dengan bumi, Mekkah masih diselimuti duka.
Tapi itu jelas tak boleh berkepanjangan. Umat ini memerlukan sebuah arahan yang jelas. Bolehlah beberapa saat kaum muslimin merasakan kegetiran, tapi bukankah kehidupan masih terus berjalan? Maka segenap sahabat segera berkumpul. Harus ada yang meneruskan kepemimpinan. Tapi siapa? Masyarakat muslim dalam kebingungan. Rasulullah sampai akhir hayatnya tidak sekalipun menunjuk seseorang untuk menggantikannya. Pun tidak dari golongan Muhajirin dan Anshor. Kedua golongan itu masing-masing berusaha mengajukan tokoh-nya sebagai penerus Rasul.
baca selengkapnya..