Masalah futur (kemalasan beribadah) dan syirah (ke”rakus”an beribadah) adalah sunnatullah fil hayah (sunnatullah dalam kehidupan). Walaupun tensi semangat ibadah kita naik turun, kita harus tetap komitmen pada petunjuk Rasulullah saw., yaitu berusaha untuk tidak berlebih-lebihan dalam beramal dan jangan sampai turun level kepada hal-hal yang makruh, apalagi haram.
Dalam suatu hadits Rasulullah saw, "Mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai Allah swt. daripada mukmin yang lemah, dan pada masing-masing mukmin ada kebaikan. Bersemangatlah pada apa saja yang bermanfaat bagimu, dan meminta tolonglah kepada Allah swt, dan jangan merasa tidak mampu. Jika ada musibah menimpamu janganlah berkata, "Kalau saja saya melakukan perbuatan ini, niscaya saya tidak tertimpa ini," akan tetapi katakanlah, “Qadar,Allah, dan apa yang dikehendaki-Nya niscaya Dia laksanakan,” sebab, “kalau saja-kalau saja" itu membuka pekerjaan hagi syetan. (HR.Muslim).
baca selengkapnya..