Tarbiyah, DakwahNovember 7, 2006 3:42 pm

Sepintas judul di atas tampak kontradiktif. Dakwah dan nyaman. Dapatkah kedua hal itu bertemu pada seseorang? Sejarah dakwah, sejak zaman para nabi, adalah sejarah perjuangan, pengorbanan, tantangan, ujian, kesulitan, dan bentuk-bentuk “penderitaan" lainnya. Tak kurang Rasulullah saw. mendapat berbagai ‘hadiah’ dari orang-orang kafir Quraisy, gara-gara beliau aktif melancarkan dakwah. Dari mulai kata-kata yang menyakitkan dan menghina sampai ancaman pembunuhan. Itu digambarkan oleh Allah swt. dalam ayat-Nya:

"Dan ingatlah ketika orang-orang kafir Quraisy membuat makar terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka membuat tipu daya dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya." (Al-Anfal 30)

Dakwah di masa kini pun tidak akan terhindar dari hal-hal yang merenggut kenyamanan itu. Sebab adalah memang merupakan sunnatullah bahwa ajakan kebenaran akan mendapatkan perlawanan dari pecinta kebejatan; dan ajaran keadilan akan mendapatkan gempuran dari pembela kezaliman; seruan untuk mentauhidkan Allah akan mendapatkan hadangan dari para agen-agen kemusyrikan. Lebih-lebih bila dakwah yang digulirkan itu adalah dakwah yang bersifat komprehensif, holistik, integeral dan universal. Dakwah  mencita-citakan perombakan total dalam setiap aspek kehidupan.

baca selengkapnya..

Tarbiyah 3:26 am

Sejak awal dakwahnya, Rasulullah saw. selalu berpesan kepada orang-orang yang baru masuk Islam dan menerima berbagai ilmu dari beliau untuk mengajarkan dan menyampaikan ilmu itu kepada orang lain, terutama keluarga. "Sekarang pulanglah kamu ke kampungmu, dan ajarkanlah kepada mereka apa yang telah kamu peroleh dariku," begitulah antara lain pesan yang disampaikan Rasulullah saw. kepada seseorang yang datang dari kampung yang jauh.

Terbentuknya syakhsiyyah islamiyyah (kepribadian Islam) bukanlah tujuan akhir tarbiyah. Menjadi orang yang memiliki syakhsiyyah islamiyyah berarti "hanyalah" menjadi agen rahmat Allah. Masih ada tugas lain bagi seorang muslim, yakni memperbanyak jumlah agen rahmat Allah itu. Dengan semakin banyak agen rahmat Allah maka akan semakin terasa makna firman Allah swt., "Dan tidaklah Kami mengutusmu (wahai Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi sekalian alam." (Qs. Al-Anbiya: 107)

Kepribadian Dakwah

Dengan kata lain, tarbiyah mempunyai peran untuk membentuk pribadi-pribadi yang siap dan mampu untuk mengemban risalah Nabi Muhammad saw. Pribadi-pribadi penyambung lidah dan langkah Rasulullah saw, yang disebut sebagai orang yang memiliki syakhsiyyah da’awiyyah (kepribadian dakwah).

baca selengkapnya..