Proses perbaikan diri, menggapai ridha dan ampunan ilahi, kadang-kadang dipengaruhi banyak hal. Tidak saja faktor internal orangnya, tapi juga lingkungan yang mengitarinya. Walaupun variabel diluar diri manusia sebenarnya lebih bersifat pendukung semata. Selebihnya banyak unsur dikembalikan kepada diri orang tersebut.
Namun begitu, menganggap remeh faktor lingkungan juga kurang tepat. Bila proses perbaikan diri selalu terkalahkan oleh lingkungan, itu memang ironis. Tapi kalau lingkungan bisa direkayasa untuk menyukseskan proses perbaikan diri apa salahnya. Lingkungan –baik waktu, tempat, maupun peristiwa— sebenarnya bisa menjadi momentum perbaikan diri yang luar biasa. Karenanya, tidak harus seorang muslim membuang muka dengan lingkungan. Lebih baik menjadikannya sebagai momentum perbaikan diri. Berikut ini beberapa contoh momentum penting yang sangat strategis bagi upaya perbaikan diri. Setiap muslim bisa memanfaatkannya sesuai kapasitas masing-masing:
- Tertimpa musibah atau ujian
- Bertafakkur alam
- Pergantian waktu dan peristiwa
- Melakukan muhasabah dan kontemplasi
