Terkadang kita terjebak pada keangkuhan intelektual kita dalam menyampaikan dakwah ini. Seolah-olah obyek dakwah yang kita dakwahi akan terpesona dan mengikuti dakwah ini berdasar ribuan argumentasi yg kita kemukakan. Padahal sejatinya dakwah ini adalah menyentuh hati, karena di hati inilah nanti hidayah Allah akan dicurahkan sehingga dia akan turut serta bersama lingkaran dakwah ini. Oleh sebab itu Allah me"ralat" do’a nabi Ibrahim dalam surat Al Baqarah yg mengedepankan tu’alimunal kitab dari pada tuzakkihim, Allah meluruskan dalam surat Al-Jumu’ah dengan terlebih dahulu mengedepankan Tuzakkihim baru tu’alimunal kitab. Dari sini kita bisa ambil hikmahnya betapa sentuhan hati itu lebih utama dari pada transfer pengetahuan, sebab kalo hati masih tertutup maka pengetahuan dan argumentasi sehebat apapun jadi nihil atau bahkan jadi bumerang yg membuat mereka semakin jauh. Alih-alih dia ingin dekat dengan kita malah dia semakin jauh karena sikap kita.
 
baca selengkapnya..