Penulis : Mahfuz Sidik
Seorang murabbi yang baru saja membuka acara liqo tarbawinya, tiba-tiba menerima SMS dari mutarabbinya. Isinya singkat : "Afwan ustadz, saya tidak bisa hadir, sedang ada urusan lain."
Saat liqo itu berjalan setengah main, salah seorang anggota halaqoh menerima SMS, isi pesan ternyata dari teman sesama aktivis dakwah kampus berbunyi : "Akh, saya dapat forward SMS, katanya aleg kita di DPRD minta fasilitas mobil. Murabbi antum kan orang DPP, tanyain ya…?" Ketika SMS itu dikonfirmasi ke sang murabbi, anggota yang lain menimpali, "Iya… saya juga dapat SMS yang senada. Katanya malah dari anggota Dewan Syari’ah!" Walhasil, diskusi di liqo bukan lagi tentang materi tarbiyah, tetapi beralih ke soal SMS.
baca selengkapnya..
