DakwahJuly 31, 2006 11:43 pm

Oleh: Musyaffa Ahmad Rahim, Lc

Sering sekali kita mempertentangkan antara ta’shil (upaya kembali kepada ashalah atau keorisinilan) dengan tathwir (upaya pengembangan). Seakan dua hal itu adalah dua kutub yang selalu  bersebarangan dan berlawanan. Hal ini terjadi dalam segala hal; dalam masalah makanan, tempat tinggal, pakaian, pendidikan, kebudayaan, dan lain sebagainya.

baca selengkapnya..

AkhlaqJuly 30, 2006 1:23 am

Secara bahasa, widad berarti cinta kasih timbal balik, ia satu rumpun kata dengan mawaddah (QS Ar-Rum [30]:21). Dalam kamus tarbawi da’awi dan haraki, kata yang satu rumpun dengan widad ini sangatlah terkenal. Misalnya adalah:

Firman Allah swt:

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang."

baca selengkapnya..

UncategorizedJuly 25, 2006 2:55 am

ditulis oleh Ust. Anis Matta. 

Kalau sesudah melakukan perlawanan kita kalah, kita mati. "Sekali bermakna. Sesudah itu mati.” Kata Chairil Anwar. Perjuangan mungkin selesai. Mungkin tidak. la tidak selesai kalau ternyata ada yang melanjutkannya. Kita hanya tidak menyaksikannya lagi.

Tapi kalau kita hidup, dan menang, situasi jadi sangat berubah. Ada kecakapan lain yang diperlukan disini. Ada kepahlawanan lain yang menantikan disini. Kekuasaan perlu diinstitusikan menjadi sebuah imperium. Banyak petarung yang tidak lagi jadi pahlawan disini. Menyedihkan. Tapi begitulah kenyataannya: mereka hanya bisa bertarung. Mereka tidak tahu bagaimana mendirikan imperium.
baca selengkapnya..

UncategorizedJuly 24, 2006 10:03 am

Ketika engkau terjamah tangan-tangan srigala,
Ketika timah panas menghempaskan jiwa,
Kau coba menghalau duka,
Dengan asa tersisa,
Hanya air mata iringi do’a.

Palestina terluka,
Al-Aqso-pun tlah ternista
Tumpah darah, bakar amarah
Hancurkan makar durjana
Janji Allah tlah pasti
Terlaknat kaum yahudi
Kota suci para nabi
Medan jihad abadi
Batu-batu intifadhah
Menjadi saksi

Hapuslah air matamu
Duhai al-aqso
Kami tak akan pernah rela engkau ternoda
Kami pasti kan membela
kau kan bebas merdeka
Gema takbir intifadhah
terus mengangkasa

syair: Fathurrahman - irama 3/4
Kenangan Latsar thn 2003 di Gn. Bunder, Kab. Bogor

Dakwah 1:41 am

tulisan (alm) KH. Rahmat Abdullah 

Suatu malam menjelang fajar, dalam inspeksi rutinnya, Khalifah II Umar bin Khattab mendengar dialog menarik antara seorang ibu dengan gadis kencurnya.

"Cepatlah bangun, perah susu kambing kita dan campurkan dengan air sebelum orang bangun dan melihat kerja kita."
"Bu, saya tak berani, ada yang selalu melihat gerak-gerik kita."
"Siapa sih sepagi ini mengintai kita?" sang ibu balik bertanya.
"Bu, Allah tak pernah lepas memperhatikan kita."

Khalifah segera kembali dengan satu tekad yang esok dilaksanakannya, melamar sang gadis untuk puteranya, ‘Ashim bin Umar. Kelak dari pernikahan ini lahir seorang cucu : Umar bin Abdul Aziz, khalifah kelima.
baca selengkapnya..

Pendidikan anakJuly 22, 2006 7:48 am

oleh Rika Yuana Kusumah Dewi 

Tiap orangtua tentu akan berusaha memberikan pendidikan yang terbaik buat putra-putrinya bahkan sejak usia prasekolah. Peranan pendidikan prasekolah dianggap makin penting karena diyakini bisa memberikan landasan yang kuat untuk tingkatan sekolah selanjutnya.


BELAKANGAN ini, di Indonesia ada banyak sekali tawaran program pendidikan bagi anak-anak usia prasekolah, seperti kelompok bermain (play group) dan taman kanak-kanak (TK). Orangtua harus memilihkan anaknya pendidikan prasekolah yang tepat. Karena, jika keliru memilih tempat, tak hanya berarti kerugian secara finansial, juga risiko mempertaruhkan anak menghadapi masa depannya. Lalu, bagaimanakah memilih tempat pendidikan prasekolah yang tepat yang sesuai dengan keinginan dan juga kemampuan keuangan keluarga?

baca selengkapnya..

UncategorizedJuly 21, 2006 1:44 am

Oleh Dr. Yusuf Qardhawi 

Pendahuluan

Sunnah Nabi yang suci telah menghadapi gempuran dari para hamba pemikiran Barat. Mereka, dengan sekuat tenaga dan upaya berusaha membunuh dan mematikannya. Beragam cara mereka lakukan, dan beragam jalan mereka tempuh, untuk mencapai tujuan itu.

Ada yang berusaha mengembangkan sikap skeptis terhadap sunnah. Yaitu dengan meragukan keabsahan seluruh sunnah, atau sunnah yang terucapkan saja –dan ini adalah bentuk sunnah yang terbesar– atau juga meragukan periwayat-periwayat yang masyhur, seperti Abu Hurairah r.a.

Ada yang berusaha meragukan keabsahan sunnah sebagai sumber hukum Islam dan pembentukan ajarannya. Mereka berkata, kita cukup berpegang kepada Al Quran saja!.

Adapula yang berusaha menghancurkan sunnah dengan sunnah sendiri. Yaitu dengan mengambil sebagian hadist dan meletakkannya bukan pada tempatnya. Kemudian dijadikan sebagai dalil bagi apa yang tidak sesuai dengan kandungan sunnah itu sendiri.

baca selengkapnya..

MuamalahJuly 20, 2006 12:01 am

oleh : Hermawan Kartajaya

"CAN YOU PRACTICE WHAT YOU PREACH, AND WOULD YOU TURN THE OTHER CHEEK ? WHERE IS THE LOVE, BLACK EYED PEAS"

Saya merasa terhormat ketika diundang untuk berceramah bersama dengan KH Abdullah Gymnastiar. Bagi saya, Aa Gym adalah asset nasional. Dan kalau kalau orang di seluruh dunia tahu, sebetulnya Aa Gym sudah merupakan asset dunia.

Karena itu ketika saya mendapat undangan untuk mengisi ceramah bersama Aa Gym, saya langsung membentuk tim di MarkPlus&Co yang terdiri dari teman-teman Muslim. Saya minta mereka mempelajari buku-buku Aa Gym, berkonsultasi dengan pakar bisnis Islam, dan mempelajari kitab suci untuk memperkaya konsep yang sedang saya kembangkan. Inilah konsep Compassionate Marketing yang pertama kali saya share bersama Aa Gym di Bandung beberapa waktu yang lalu.
baca selengkapnya..

PotretJuly 19, 2006 12:04 am

Oleh: Rhenald Kasali

Saya baru saja memeriksa ujian mahasiswa saya. Ketika akan menyerahkan nilai akhir Mereka, saya terpaksa menoleh kepada berita acara ujian yang mencantumkan nama beserta tanda tangan mereka masing-masing. Astaga. Tak Ada satu pun nama yang dapat saya kenali dari tanda tangannya. Hal ini mengingatkan saya pada peristiwa unik yang saya alami hampir tujuh tahun silam ketika baru saja memulai program doktoral saya di AmerikaSerikat.
baca selengkapnya..

UncategorizedJuly 18, 2006 6:58 am

Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
Yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik
Yang tumbuh di tepi danau
Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
memperkuat tanggul pinggiran jalan
Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air
Tidaklah semua menjadi kapten
Tentu harus ada awak kapalnya…
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan
Tinggi rendahnya nilai dirimu

Jadilah saja dirimu…

Sebaik-baik dari dirimu sendiri

— karya Taufik Ismail

«« Older Items •